TAMBAH RUSAK: Anggota DPRD Depok, Azhari (ketiga kanan), Ketua LPM Kelurahan Abadijaya, Antoni Sarumaha (kedua kanan), Ketua RW02, H. Nana (ketiga kiri), kemarin melihat perbaikan Posyandu Pelangi setelah diterjang angin beliung pada Selasa (2/5) lalu. Foto: Rama /Radar Depok.
TAMBAH RUSAK: Anggota DPRD Depok, Azhari (ketiga kanan), Ketua LPM Kelurahan Abadijaya, Antoni Sarumaha (kedua kanan), Ketua RW02, H. Nana (ketiga kiri), kemarin melihat perbaikan Posyandu Pelangi setelah diterjang angin beliung pada Selasa (2/5) lalu. Foto: Rama /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, ABADIJAYA – Bidang Aset pada Badan Keuangan Daerah (BKD) dengar lah keinginan warga RW02 Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya. Setahun sudah Ketua RW02, H. Nana Mulyana, mengajukan permohonan agar lahan fasilitas umum (fasum) yang berada di Pasar Musi dapat dipakai untuk dibangun posyandu.

Tetapi permohonan itu sampai kini tidak ada respons dari Bidang Aset. Sampai akhirnya pada Selasa (2/5) lalu, Posyandu Pelangi RW02 yang berdiri di lahan milik salah seorang warga, rusak setelah diterjang angin puting beliung.

“Posyandu yang ada saat ini kurang memadai untuk pelayanan bagi 400 balita di RW02. Makanya kita mengajukan permohonan lahan fasum di Pasar Musi supaya bisa dipakai untuk bangunan posyandu. Kita hanya meminta 200 meter, nggak banyak-banyak,” kata Nana kepada Radar Depok.

Akibat tertiup beliung, atap posyandu berhamburan. Supaya bisa kembali dipakai untuk pelayanan balita, pengurus lingkungan RW02 saat ini sedang memperbaikinya.

“Permohonan kita sudah disetujui empat anggota dewan (anggota DPRD Depok dapil Kecamatan Sukmajaya) pada saat itu. Kalau memang pemerintah nggak bersedia lahannya kita pakai untuk posyandu, sudah saja jangan ada pembangunan pasar di sini,” kata Nana.

Diketahui, lahan milik Pemkot Depok di Pasar Musi seluas 3.060 meter persegi. Aset lahan tersebut masih banyak yang belum berdiri bangunan dan lapak pedagang.

Ketua LPM Kelurahan Abadijaya, Antoni Sarumaha, mengatakan, permohonan yang disampaikan pengurus lingkungan RW02 tentunya sama dengan semangat pemerintah dalam menggelorakan Kota Ramah Anak.

“Melihat visi misi Kota Ramah Keluarga, ternyata di Abadijaya khususnya RW02 belum punya posyandu mandiri. Sekarang kan masih numpang. Kalau visi misi itu mau terwujud, harusnya permohonan yang seperti ini nggak perlu dipersulit,” kata Antoni.

Maka, Antoni berharap permohonan dari pengurus RW02 untuk kepentingan warganya dapat diakomodir oleh pemerintah. “Lahan sudah ada, tempatnya cukup menunjang, nggak susah kan. Kecuali kalau (lahan) beli atau nyari dulu, mungkin itu susah,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Depok asal Dapil Kecamatan Sukmajaya, Azhari, berjanji akan mendorong Bidang Aset agar mendengar permohonan pengurus RW02. “Bukan cuma didengar, tapi dapat direalisasikan. Kalau untuk kepentingan masyarakat nggak perlu mikir-mikir lah,” katanya.

Apalagi, kata Azhari, kondisi posyandu yang ada saat ini sangat kurang representatif digunakan untuk pelayanan kesehatan anak. “Kalau prasarananya saya kira sudah cukup. Semuanya lengkap. Tinggal bangunan saja memang,” kata politisi Fraksi PAN ini. (ram)