Samsat-Polisi Razia KTMDU

In Metropolis
JEMPUTBOLA : Samsat Depok bersama dengan Satlantas Polsek Pancoranmas, saat melaksanakan operasi gabungan KTMDU, di salah satu tempat terbuka GDC Depok Kecamatan Pancoranmas, kemarin. Foto:Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM–Sejumlah pengendara kendaraan bermotor, roda dua dan empat harus dihentikan paksa, di jalan masuk Grand Depok City (GDC) kemarin. Operasi gabungan Kendaraan Bermotor yang Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU), diberlakukan guna memberikan kesadaran kepada pengedara. Apalagi, tahun ini pajak yang ditargetkan mencapai Rp345.686.000.000.

Kasi Pendapatan dan Penetapan Samsat Depok, Agus Restiawan mengatakan, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) wilayah I/Depok, menargetkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp345.686.000.000. Guna mengejar target tersebut, pihaknya melaksanakan operasi KTMDU bersama Satlantas Polsek Pancoranmas.

“Kami melaksanakan operasi KTMDU selama tiga hari, dan akan digelar selama delapan kali dalam setahun,” ujar Agus kepada Radar Depok, kemarin.

Agus menjelaskan, selain PKB pihaknya menargetkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) I sebesar Rp267.158.000.000, dan BBNKB II Rp7.833.000.000. Sedangkan yang sudah terealisasi hingga pertengahan Mei untuk PKB sebesar Rp128.594.297.200, BBNKB I Rp98.138.750.000, dan BBNKB II Rp4.116.568.800.

Agus mengungkapkan, pelaksanaan operasi KTMDU pada triwulan kedua selama dua hari pelaksanaan kendaraan yang diberhentikan sebanyak 1432 kendaraan, diberikan tilang kendaraan roda dua 37 kendaraan, kendaraan dalam provinsi 1432 kendaraan, kesanggupan membayar PKB/BBNKB 45 kendaraan, dan melaksanakan pembayaran 127 kendaraan. “Tahun lalu kami berhasil melampui target pencapaian PKB, yakni Rp350.007.361.900, dengan target Rp334.301.000.000,” terang Agus.

Salah seorang warga Kelurahan Kalimulya, Jayadi (43) menuturkan, sempat terkejut melihat operasi gabungan KTMDU. Dia mengakui, belum melaksanakan kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan motor milik istrinya selama satu tahun. Namun, Jayadi merasa beruntung saat membayar pajak secara langsung dalam operasi KTMDU. “Jujur, ini sangat menguntungkan saya, biasanya kalau bayar di kantor Samsat harus menggunakan KTP asli yang tertera di STNK, namun disini tidak,” tutup Jayadi. (dic)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu