PRESTASI HEBAT: Inayah Dinul Aulia (kanan) yang berhasil meraih medali emas dalam mata lomba Tartil Quran bersama dengan Arsil Riskiyan yang meraih medali perunggu di lomba Tahfidz Quran. Foto: Ade /Radar Depok
PRESTASI HEBAT: Inayah Dinul Aulia (kanan) yang berhasil meraih medali emas dalam mata lomba Tartil Quran bersama dengan Arsil Riskiyan yang meraih medali perunggu di lomba Tahfidz Quran. Foto: Ade /Radar Depok

RADAR DEPOK.COM, PANCORANMAS – Dua siswa SMA Muhammadiyah 4 Depok, berhasil meraih medali dalam ajang International Olympiade of Quran, Art and Technology di Sentra Pembinaan Olahraga Terpadu Arcamanik, Bandung. Dalam kegiatan yang diadakan pada 26-27 April 2017 tersebut, Inayah Dinul Aulia berhasil meraih medali emas dalam mata lomba Tartil Quran. Sedangkan, satunya lagi, yakni Arsil Riskiyan meraih medali perunggu di lomba Tahfidz Quran.

Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 4 Depok, Ali Wartadinata mengatakan, ini adalah sebuah pencapaian yang baik untuk perkembangan dunia pendidikan di sekolahnya. Karena, tidak hanya sekedar ilmu pengetahuan saja yang terus berkembang. Tetapi, ilmu pengetahuan tentang keagamaannya juga sangat baik, sehingga bisa meraih prestasi yang sangat membanggakan.

“Dalam kompetisi tersebut, diikuti sekolah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, mulai dari jenjang SD – SMA. Bahkan, ada juga peserta dari sekolah yang berasal dari Malaysia dan Thailand,” ucapnya kepada Radar Depok.

Sebenarnya dalam ajang tersebut, ada lima siswa dari SMA Muhammadiyah 4 Depok yang diikutsertakan, untuk empat mata lomba. Tiga siswa yang lainnya, yakni Esa Fatullah di mata lomba panahan, dan dua siswa yakni Izlan dan Andrika Uya mereka menjadi tim di mata lomba Robotic Under Water.

Ali menjelaskan, kekalahan untuk lomba panahan, karena alat yang digunakan adalah alat yang dibuat sendiri. Jadi, Esa di mata lomba panahan, lawannya sudah menggunakan alat-alat yang berstandar atlet profesional. Tetapi, meskipun begitu, pihak sekolahnya tetapi merasa bangga dengan Esa, karena tetap mau berkompetisi dan menunjukan yang terbaik meskipun dengan alat yang belum sesuai.

“Sedangkan, untuk mata lomba Robotic Under water saat perlombaannya ada kesalahan teknis, sehingga airnya masih ke dalam mesin dan mengalami kerusakan. Sehingga, harus gugur saat perlombaan,” katanya. (ade)