Sebotol Pemandu Minuman Dibayar Goceng

In Metropolis

 

DIGIRING : Sejumlah pemandu minuman terjaring razia yang dilaksanakan Forkopimda Kota Depok, Jumat (19/5). Foto:Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM -Penyakit masyarakat jelang ramadan mulai disisir. Jumat (19/5) malam, Satpol PP, Dinas Sosial dan  unsur Forum Komunikasi Antar Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, berhasil menyita 601 botol minuman keras (Miras) dan 22 perempuan diamankan.  Miras dan pemandu didapat dari sejumlah lapo dan tempat hiburan malam se-Kota Depok.

Kasatpol PP Kota Depok, Dudi Miraz Imaduddin mengatakan, kegiatan operasi miras dan PMKS dalam upaya merespon permintaan masyarakat, guna menertibkan peredaran miras yang terjadi di tengah masyarakat dan perempuan penyandang PMKS. Untuk itu, Satpol PP bersama dengan Dinsos, dan Forkopimda Kota Depok melaksanakan giat bersama dalam penertiban. Selain melaksanakan kegiatan rutin, operasi tersebut sebagai bentuk menyambut Ramadhan guna menghindari hal yang tidak diinginkan saat masyarakat muslim akan menjalankan ibadah puasa.

“Kami berhasil mengamankan miras dan perempuan pemandu minum disejumlah lapo dan tempat hiburan malam,” ujar Dudi kepada Radar Depok, Jumat (19/5).

Dudi menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan 601 botol miras dengan berbagai merk dan 22 perempuan pemandu minuman. Dari hasil pendataan yang dilaksanakan Satpol PP, seorang pemandu minuman mengaku mendapat bayaran perbotol sebesar Rp5 ribu. Selain itu, pemandu minuman akan mendapatkan bayaran lain atau uang tip dari pengunjung tempat hiburan malam. Dia menyayangkan, 22 perempuan dari berbagai usia lebih memilih menjadi pemandu minuman dari pada bekerja yang dinilai lebih baik.

Selain melaksanakan penertiban miras dan PMKS, sambung Dudi petugas gabungan menyambangi Terminal Jatijajar dan beberapa situ di Kota Depok yang dijadikan ajang nongkrong, dan tempat berduaan muda mudi yang tengah kasmaran. Melihat sejumlah hal itu, petugas memberikaan pembinaan dan pemanggilan orang tua mereka guna diberikan arahan. “Kami meminta orang tua, guna lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak jangan sampai terjerumus dunia kenakalan remaja,” terang Dudi.

Dilain pihak, Kadinsos Kota Depok, Kania Parwanti menuturkan, perempuan pemandu minuman yang terjaring operasi gabungan Forkopimnda telah dilaksanakan pendataan. Sebanyak 22 perempuan berhasil diamankan dengan berbagai usia. Setelah dilaksanakan pendataan, perempuan yang memiliki keluarga telah diberikan kepada keluarga, sedangkan yang tidak memiliki keluarga akan dikembalikan ke daerah asalnya atau dikirim ke panti rehabilitasi. “Beberapa perempuan berasal dari daerah Provinsi Banten,” tutup Kania. (dic)

You may also read!

titin supriatin

Modifikasi Pembelajaran Pidato Persuasif di Era Pandemi

  Oleh : Hj. Titin Supriatin, S.Pd. Mengajar di SMPN 9 Depok   DALAM pembelajaran bahasa kita kenal ada empat aspek keterampilan yaitu

Read More...
dina khairunisa

Mengasah Adversity Quotient Siswa pada Masa Pandemi

  Oleh : Dina Khairunisa, S.Pd., M.Si. Guru Mata Pelajaran Fisika SMA Negeri 1 Dramaga, Bogor   HASIL survei Belajar dari Rumah (BDR) Dinas

Read More...
anna

Study Saster, “Bencana” sebagai Model Pembelajaran Seni Rupa

  Oleh : Ana Setiawaty, S.Pd Guru Seni Budaya SMP Negeri 22 Depok   “BELAJAR dari Covid-19” merupakan tema Hari Pendidikan Nasional tahun

Read More...

Mobile Sliding Menu