PRAKTEK: Kepala Sekolah Alam Kampung Sawah (ketiga kiri), Ketua POMG (ketiga kanan), terlibat dalam kegiatan Sains Fair yang diadakan sekolah, Sabtu (29/4). Foto:Rama/Radar Depok
PRAKTEK: Kepala Sekolah Alam Kampung Sawah (ketiga kiri), Ketua POMG (ketiga kanan), terlibat dalam kegiatan Sains Fair yang diadakan sekolah, Sabtu (29/4). Foto:Rama/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM , SUKMAJAYA – Bertepatan dengan Hari Bumi dan Buku, Sekolam Alam Kampung Sawah, di Jalan Pertanian, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, mengadakan Sains Fair, Sabtu (29/4). Tidak hanya siswa, orangtua dan guru pun terlibat dalam kegiatan.

Dalam Sains Fair, digelar pameran hasil karya sains yang dibuat siswa TK A, B dan SD. Siswa menjelaskan karyanya di hadapan orangtua. Orangtua kemudian bertanya ke setiap stand pameran.

“Ini kegiatan pertama kita di 2017. Kita adakan Sains Fair bertepatan dengan Hari Bumi dan Buku. Orangtua juga dengan sukarela memberikan buku ke sekolah, apapun pelajarannya. Ada pula workshop tentang sains,” kata Kepala Sekolah Alam, Lilis Sapitri, kepada Radar Depok.

Sekolah yang telah berdiri sejak 2009 memang lebih banyak memberikan praktek kepada siswanya. Karena melalui pembelajaran seperti ini, menurut Lilis, lebih mudah ditangkap siswa.

“Pembelajaran kita lebih ke praktek. Misalnya mengenalkan konsep matematika. Contohnya berhitung melalui media batu. Lebih memudahkan untuk anak-anak. Kita tidak mengenalkan simbol, tapi ke konsep lebih dulu,” kata Lilis.

Sejak berdiri hingga kini, Sekolah Alam telah meluluskan 300 siswa. Untuk tahun ini, jumlah siswa sebanyak 70, terdiri dari TK A, B dan SD kelas 1.

“Alhamdulillah setiap tahun ajaran baru siswa kita terus bertambah. Bukan cuma dari Sukmajaya saja, tapi banyak dari kecamatan lain yang ingin bersekolah di sini,” kata Lilis.

Sementara itu, Ketua Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG) Sekolah Alam Kampung Sawah, Citra Yuliasari, kagum dengan konsep pembelajaran yang diberikan sekolah.

“Melalui praktek seperti Sains Fair ini, anak-anak jadi langsung mengerti setiap hal yang dibuatnya. Ilmu yang diberikan oleh guru pun bisa dengan mudah dicerna,” kata Citra. (ram)