SMP Lazuardi Kedatangan Guru Korsel

In Metropolis
SELAMAT DATANG : Sejumlah siswa dan guru SMP Lazuardi GIS Cinere terlihat kompak bersama guru asal Korea Selatan dalam program teacher exchange di SMP Lazuardi GIS Cinere, kemarin. Foto:Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – SMP Lazuardi Global Islamic School (GIS) di Jalan Garuda Ujung No35 Griya Cinere Kecamatan Limo, kembali melakukan pertukaran guru mewakili Jawa Barat (Jabar), kemarin. Pertukaran tenaga pendidik ini dalam APECEIU program Teacher Exchange, antara Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel).  Nantinya, guru Korsel akan meberikan materi pembelajaran tentang bahasa, budaya, dan sejarah Korea Selatan.

Kepala SMP Lazuardi GIS, Yun Kusumawati mengatakan, Tahun ini SMP Lazuardi GIS kembali terlibat dalam APECEIU program Teacher Exchange antara Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel). Program tersebut merupakan kerjasama Kementerian Pendidikan dan pemerintah Korea Selatan. “Kami menjadi peserta untuk kedua kalinya yang sudah berjalan selama empat tahun, sebelumnya pada 2015 untuk tingkat SD,” ujar Yun kepada Radar Depok, kemarin.

Yun menjelaskan, ada dua tenaga pengajar dari Korea Selatan guna memberikan materi pembelajaran kepada siswa SMP Lazuardi, yaitu Lee jeonghan dan Mi Kyung Sa. Nantinya, kedua guru tersebut selain akan memberikan materi pembelajaran, guru asal Korea akan mempelajari tentang kultur Indonesia, baik budaya, agama, dan bahasa.

Rencananya, sambung Yun kedua guru Korsel akan mengajar dan mempelajari kultur Indonesia selama tiga bulan. Begitu juga sebaliknya, guru asal Lazuardi akan mengajar di Korsel selama tiga bulan. Dia bersyukur, SMP Lazuardi GIS Cinere menjadi salah satu peserta dari lima peserta program Teacher Exchange Indonesia dengan Korsel.

“Kegiatan ini dapat terjalin kerja sama yang baik sehingga dapat berkelanjutan,” terang Yun.

Kepala SD Lazuardi GIS Cinere, Sonya Sinyanyuri mengatakan, pada 2015 tenaga pengajar dan dia pernah mengikuti kegiatan yang sama. Selain itu, pada Oktober 2015 dirinya mengikuti kegiatan 6th Asia-Pasific School Leadership Academy. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya diminta merancang Education for International Understanding (EIU).

Kegiatan tersebut, lanjut Sonya setiap kepala sekolah berdiskusi dengan merancang program EIU tentang pembelajaran, guna menyadarkan siswa sebagai warga dunia. Selain itu, guru Lazuardi yang bertugas di Korsel memberikan materi pelajaran bahasa inggris dan memperkenalkan budaya Indonesia.

“Pada saat itu, ada 16 kepala sekolah perwakilan negara kawasan asia pasifik,” singkat Sonya.

Sementara itu, salah seorang pengajar asal Korsel, Lee Jeonghan menuturkan, dia baru pertama kali mengikuti pertukaran tenaga pengajar, namun sekolahnya pernah didatangi tenaga pengajar dari negara lain. Nantinya, selain memberikan materi bahasa, dia akan memberikan materi sitem pemerintahan korea. Mulai dari sistem kerajaan, pakaian adat dan agama.

“Suasana mengajar disini berbeda namun pada dasarnya sama, dan lingkungan sekolah sangat ramah,” ucap Lee.

Pria yang menyukai makanan gado-gado dan nasi goreng mengatakan, siswa SMP Lazuardi GIS Cinere berbeda dengan siswa di negara asalnya. Salah satunya, siswa saling berinteraksi berbeda dengan di Korsel yang lebih sering menggunakan handphone. Selain itu, siswa sangat interaktif menanggapi materi yang diberikan dengan sesekali memberikan pertanyaan.

Lee mengungkapkan, selama tiga bulan akan dia manfaatkan guna mempelajari tentang Indonesia. Walaupun mayoritasnya muslim, toleransi beragama di Indonesia sangat baik. Sehingga apa yang dia dapatkan tentang kebudayaan Indonesia, akan dia berikan kepada siswa di Korsel guna dipelajari.

“Kami ingin program ini tidak berhenti, dan kami dapat saling mengunjungi di kemudian hari,” tutur pria yang mengajar di Myeongjin School, Gangwon City. (dic)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu