Tagana Depok Ramaikan PIT RB ke-4

In Metropolis
PAPARKAN : Petugas Logistik Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok, Abdillah saat menghadiri Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan (PIT-RB) ke-4 yang dilaksanakan di Balairung UI Depok, Senin (08/05/2017). Foto:Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM -Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan (PIT-RB) ke-4 yang dilaksanakan di Balairung UI Depok, Senin (8/5), berjalan meriah. Acara yang dihadiri sejumlah lembaga tanggap darurat bencana nasional tersebut, diramaikan juga dengan kehadiran dapur umum pengungsi oleh Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok.

Petugas Logistik Tagana Kota Depok, Abdillah mengatakan, salah satu peran Tagana di setiap lokasi bencana adalah mendirikan dapur umum untuk pengungsi. Karena itu, Tagana Kota Depok membawa sejumlah contoh peralatan yang biasa digunakan di dapur umum saat terjadi bencana alam.

“Karena salah satu tugas kami adalah menyediakan makanan untuk para pengungsi. Namun, karena keterbatasan tempat yang ada, maka kami hanya membawa sebagian peralatan saja yang memang selalu kami gunakan bila terjadi bencana alam di Kota Depok,” kata Abdillah kepada Harian Radar Dcepok, kemarin.

Abdillah menuturkan, Tagana Kota Depok selalu siap bila ada permintaan untuk mendirikan dapur umum di lokasi bencana alam. Namun, sambung Abdullah, tidak semua peristiwa bencana alam memerlukan keberadaan dari dapur umum milik Tagana.

“Jadi, sebelum dikirimkan dapur umum, kami akan berkoordinasi terlebih dulu dengan Dinas Sosial. Setelah dilakukan pemantauan, barulah diketahui kebutuhan yang paling mendesaknya seperti apa. Sekiranya memang banyak jumlah pengungsi, serta terjadi kerusakan bangunan rumah, maka kami baru akan mendirikan dapur umum itu,” terangnya.

Dalam satu hari, dapur umum milik Tagana Kota Depok dapat memproduksi ribuan makanan yang siap diberikan kepada para pengungsi. Kebutuhan logistik pangan tersebut disesuaikan dari jumlah pengungsi yang ada di lokasi bencana tersebut.

“Dalam satu harinya, kami bisa memproduksi sekitar 3000 porsi makanan. Kalau jumlah pengungsinya sedikit, kami bisa memberikan makanan kepada para pengungsi hingga tiga kali sehari. Namun, kalau jumlahnya lebih dari 3000 pengungsi perharinya kami sediakan untuk dua kali makan saja,” tuturnya.

Menurut Abdillah, selain mendirikan dapur umum di sejumlah lokasi bencana yang ada di Kota Depok. Tagana Depok juga pernah memberikan bantuan berupa pendirian dapur umum di beberapa daerah di luar Kota Depok.

“Kami pernah ikut terjun membantu di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Gunung Merapi Jawa Tengah, gempa bumi diPenggalengan Jawa Barat, serta gempa bumi di Cianjur. Untuk lama waktunya bisa tujuh hingga lima belas hari. Tergantung dari keputusan Pemerintah Daerah setempat,” jelasnya.(ina)

You may also read!

taman wijaya juara kota

Kampung KB Wijaya Indah Maju ke Provinsi

BANGGA : Kampung KB Wijaya Indah Cisalak sedang melakukan kegiatan persiapan jelang lomba tingkat Provinsi

Read More...
orang gila mengumandangkan adzan

Tiba-tiba Seorang pria Naik Pohon dan Kumandangkan Adzan

DIDUGA GANGUAN JIWA : Prajurit TNI, Babinsa DepokJaya Sertu Engki Nugroho mencoba membujuk korban untuk turun dari

Read More...
kunjungan RW baktijaya

4 RW Distroni Lurah Baktijaya

DATANG : Lurah Baktijaya sambangi 4 RW untuk himbau waspada musim penghujan dan antisipasi covid-19.

Read More...

Mobile Sliding Menu