SEMANGAT: Owner Director Circle Academy Learning Center Kota Depok, Rossy Miller Bass, sedang menyampaikan materi membaca menggunakan huruf abjad, kemarin (3/5).
SEMANGAT: Owner Director Circle Academy Learning Center Kota Depok, Rossy Miller Bass, sedang menyampaikan materi membaca menggunakan huruf abjad, kemarin (3/5).

RADAR DEPOK.COM, BEJI – Termotivasi saat kuliah di AIWA dan kurang lebih 30 tahun tinggal di Chicago, Rossy Miller Bass mendirikan sekolah yang dilabeli Circle Academy Learning Center Kota Depok, yang berlokasi di Jalan Raya Tanah Baru, Kecamatan Beji.

Guna memaksimalkan setiap materi yang disampaikan, sekolah ini diisi oleh para guru yang berasal dari Universitas Indonesia.

Rossy mengaku, ketika ia membuat tesis yang fokus volentir pada beberapa Taman Kanak-Kanak (TK) di Depok ia menilai minat baca anak-anak masih kurang, apalagi di level TK Internasional.

“Mungkin karena kebiasaan minat baca kita belum tinggi. Maka, kami fokuskan di sekolah kami menanamkan kebiasaan membaca sejak dini,” terang Rossy kepada Radar Depok, kemarin (3/5).

Sebelumnya ia berkeinginan membuka sekolah tersebut dibuat private. Tetapi akhirnya dibuka untuk semua kalangan. Sistem yang dipakai multivel Intelegency. Artinya bukan hanya religi, karakter mau pun alam. Menurut Rossy, anak perlu dikenalkan semuanya, dan paling inti adalah membaca.

“Sekolah kami ditunjang perpustakaan yang menyediakan lebih dari 2.000 buku anak-anak dari Amerika, dan berbahasa Inggris semua. Dan setiap anak selalu kami biasakan membaca,” katanya.

Keunggulan lainnya selain membaca, intinya karakter yang harus diunggulkan. Pihaknya intens bekerjasama dengan orang tua siswa. Setiap tiga bulan sekali mengadakan pressconfrence dan berdiskusi. Diskusi yang pertama diminta masukan yang negatif, selama anaknya di sini ini apa? Kekurangannya apa? Dan kelebihannya diminta belakangan.

“Jadi selama empat kali confrence itu alhamdulillah bagus masukannya, hanya sedikit seperti kebiasaan. Misalnya masukan bagaimana kalo setiap Jumat anak-anak menggunakan pakaian muslim. Setiap anak harus diajarkan konsisten. Hari ini diajarkan begini, nanti di rumah diharapkan diterapkan apa yang sudah disampaikan di sekolah,” tegasnya. (gun)