BUKA ACARA: Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan (PIT-RB) ke-4, di Balairung Universitas Indonesia (UI), kemarin.
BUKA ACARA: Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan (PIT-RB) ke-4, di Balairung Universitas Indonesia (UI), kemarin.

RADAR DEPOK.COM  Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan (PIT-RB) ke-4, di Balairung Universitas Indonesia (UI), kemarin.

Adapun kegiatan ini, merupakan kerjasama antara Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan UI.

JK menyambut baik adanya riset dalam hal kebencanaan. Sehingga ke depan, langkah-langkah preventif bisa dilakukan guna mengantisipasi bencana. Selain itu, dapat diketahui pula potensi bencana dan upaya untuk menyiapkan penanganan.

“Terdapat tiga jenis bencana yang ada di Indonesia. Antara lain, bencana dikarenakan alam, bencana karena manusia, dan bencana dikarenakan kedua faktor tersebut,” ungkap JK.

Lebih lanjut, papar dia, adanya riset ini memang sejalan dengan program pemerintah. Maksudnya, persoalan bencana bukan lagi masalah penanganan, melainkan fokus pula dalam hal pencegahan.

“Untuk itu diperlukan peran pemberdayaan BNPB daerah agar dapat terus dioptimalkan. Begitu juga pada akademisi untuk meningatkan riset. Dan BNPB adalah garda terdepan untuk mengorganisir relawan di daerah bencana,” tambahnya.

Rektor UI, Muhammad Anis, mengaku bila pihaknya sangat mendukung riset tersebut. Karena seperti diketahui, di Indonesia banyak sekali titik rawan bencana. Dengan kondisi tersebut, bagi insan akademisi, adalah sebuah tantangan dalam menggali potensi sumber daya terkait kebencanaan, baik penanggulangan dan pencegahan. “Tentunya (riset) kami sangat dukung,” beber dia.

Menyoal bencana, lanjut dia, UI telah menghasilkan sejumlah riset inovasi terkait penanganan, diantaranya kapal tanpa awak ‘Makara-05’ karya mahasiswa UI, yang tergabung dalam AMV-UI. Kapal ini dapat digunakan sebagai pengganti kerja manusia di permukaan maupun dalam laut.

“Kami juga ada helikopter karya mahasiswa Fasilkom UI yang dapat mencari sumber api atau asap di hutan, tanpa harus melibatkan menusia untuk terjun langsung,” beber Anis.

Sementara itu, Kepala BNPB, Laksda (Purn) Willem Rampangilei, mengatakan bila sepanjang 2016 sampai 2017 terjadi serangkaian bencana di tanah air.

Di 2016 misalnya. Tercatat ada sebanyak 2.384 kasus dengan merenggut 521 nyawa. Sampai hingga Mei 2017, terjadi sekitar 1.000 kasus bencana, dengan 160 orang meninggal.

Ia mengatakan, grafis bencana di Indonesia mengalami tren naik. Pihaknya pun berharap bantuan dari masyarakat guna meminimalisir efek yang ditimbulkan. “Akan sulit jika hanya mengandalkan pemerintah,” tandasnya. (jun/JPG)