TANPA GANGGUAN: Siswa-siswi MTs Al Husna menjalani UNBK hari kedua, Rabu (3/5). Foto: Indah /Radar Depok.

 

TANPA GANGGUAN: Siswa-siswi MTs Al Husna menjalani UNBK hari kedua, Rabu (3/5). Foto: Indah /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, CIMANGGIS – Hujan deras disertai petir yang melanda Kota Depok pada hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), membuat pihak MTs Al Husna ketar-ketir.

Sekolah yang terletak di bilangan Jalan Komjen Pol M. Jasin No.45, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, menggelar UNBK tiga sesi dan tidak menggunakan genset sebagai antisipasi jika listrik padam.

“Kemarin (Selasa, 2/5) itu kan hujan deras, petirnya dahsyat sekali. Saya was-was. Saya dan guru-guru hanya bisa berdoa dan pasrah sama Allah. Kita tidak pakai genset, makanya khawatir dengan siswa yang sesi ketiga,” kata Kepala MTs Al Husna, Edi Suhaedi, kepada Radar Depok.

Sebelum UNBK, daya listrik MTs Al Husna sebesar 10.000 watt, kemudian pihak sekolah menaikkan daya menjadi 23.000 watt.

Rencananya, pada 2018 sekolah ini akan menambah daya lagi menjadi 33.000 watt dan penggunaan listrik akan terpisah.

“Kita tidak bisa prediksi kalau alam sudah berkehendak. Sebelum UNBK kita sudah naikkan listriknya jadi 23.000 watt. Paling yang dipakai hanya 10.000. Tahun depan kita akan naikkan lagi dan penggunaannya saya buat terpisah, AC nanti saya pisahkan,” katanya.

Selain daya listrik, MTs Al Husna juga berencana menambah laptop sekitar 200 unit untuk pelaksanaan UNBK tahun depan.

“Saat ini kita sudah punya 163 laptop. Masih harus tambah 200 laptop lagi kalau mau jadi satu sesi,” katanya.

Edi mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin mengumpulkan dana guna membeli laptop agar UNBK tahun depan dapat berjalan satu sesi.

“Tahun depan harus satu sesi saja. Bagaimana pun dananya saya cari. Semua dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) akan saya alokasikan untuk investasi laptop. Saya tidak mau tiga sesi lagi, terlalu beresiko cuaca seperti ini,” kata Edi. (ind)