RESE BANGET: Omid Fakiri (16), seorang warga negara asing (WNA) asal Afganistan diamankan oleh jajaran Polresta Depok karena mabuk di dalam KRL, kemarin. Foto:Junior/Radar Depok

 

RESE BANGET: Omid Fakiri (16), seorang warga negara asing (WNA) asal Afganistan diamankan oleh jajaran Polresta Depok karena mabuk di dalam KRL, kemarin. Foto:Junior/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM  Omid Fakiri (16), seorang warga negara asing (WNA) asal Afganistan cuma bisa terkapar di pelataran ruang Satuan Intelkam Polresta Depok, kemarin sore.

Penampilannya kumuh, dengan aroma bau badan yang cukup menyengat. Matanya merah. Dari mulutnya, keluar kalimat-kalimat yang tak bisa dipahami. Ia cuma bisa meracau. Sesekali ia coba berdiri, kemudian tumbang lagi. Dirinya tengah mabuk. Mungkin karena pusing, ia pun memuntahkan isi perutnya.

Polisi yang coba berkomunikasi dengan dirinya mengalami jalan buntu. Selain karena Bahasa Inggrisnya belepotan, Omid benar-benar dalam kondisi mabuk berat. Jadinya setiap pertanyaan yang diajukan, tak bisa dijawab sempurna.

“Pria ini kami jemput di Stasiun Pondok Cina. Kami juga belum tahu pasti, ia mabuk karena apa,” ungkap Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus kepada Radar Depok.

Adapun kronologisnya, kata Firdaus, Omid diketahui naik kereta api listrik (KRL) Communterline dari Stasiun Bogor. Dengan kondisinya yang teler, ia pun membuat rese di dalam gerbong kereta. Penumpang lain pun risih dibuatnya. “Nah oleh petugas di dalam kereta, ia diturunkan di Stasiun Pondok Cina. Barulah kemudian petugas stasiun menghubungi kami,” jelasnya.

Daus-sapaannya-menambahkan, dari kantongnya cuma ditemukan secarik kerta Travel Permit Request atas nama Omid Fakiri, usia 16 dengan kebangsaan Afganistan.

“Tak ada identitas lain yang ditemukan. Yang bersangkutan kami bawa ke Kantor Imigrasi Kota Depok guna proses lebih lanjut, termasuk menghubungi sanak keluarganya,” pungkas Daus. (jun)