Tiga Pelajar Ditemukan

In Utama
BUKA POSKO: Yayasan Hidayatullah membuka posko dan pusat informasi musibah yang merenggut santrinya. Foto:Indah/Radar Depok

**Dua Masih Hilang

RADAR DEPOK.COM – Tiga dari lima pelajar SMP Integral Hidayatullah Kota Depok yang tenggelam di Pantai Rancabuaya Garut, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (17/5) sore. Mereka adalah Muhammad Faisal Ramadhana, Khalid Abdullah Hasan, dan Rijal Amarullah.

Sedangkan dua pelajar lainnya, yakni Wisnu Dwi Airlangga dan Muhammad Syaifullah Abdul Azis masih dalam pencarian tim SAR gabungan, yang terdiri dari polisi air, BPBD Garut, dan warga sekitar.

“Alhamdulillah sudah ditemukan, tapi semua santri dalam kondisi meninggal. Mereka sudah dibawa ke rumahnya masing-masing,” kata Sekretaris Yayasan Hidayatullah, Iwan Ruswanda kepada Radar Depok, Rabu (17/5).

Iwan menyebutkan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka wisata alam yang rutin dilakukan setiap tahun, usai santri menjalani Ujian Nasional (UN). Yayasan membawa 23 santri, didampingi guru. Bahkan menurutnya, para santri baru saja mengikuti ujian terbuka Tahfidzul Qur’an.

“Santri berangkat Senin (15/5), rencananya menginap tiga hari dua malam,” tutur Iwan.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (16/5) sekitar pukul 16.00 wib. Sekitar 13 santri mandi di pantai Desa Rancabuaya Kecamatan Purbayani, Garut, hingga terseret ombak. Delapan santri berhasil menyelamatkan diri ke pantai, namun lima lainnya hilang.

“Korban yang selamat ditolong warga, polisi, dan teman-temannya. Ada tiga santri yang dibawa ke puskesmas setempat menjalani perawatan,” terang Iwan.

Sementara itu dalam keterangan persnya, Iwan mengaku mendapatkan informasi dari salah satu santri yang selamat bahwa santrinya tidak dalam kondisi berenang. Melainkan sedang berdiri di pinggir pantai. Dan tiba-tiba air pasang datang dengan cepat hingga menyapu 13 santri tersebut.

“Saya baru dapat kabar dari salah satu yang selamat kalau mereka itu hanya berdiri di bibir pantai saja, tidak berenang. Tiba-tiba air pasang, tidak menyangka kalau ada ombak yang datang sampai mereka akhirnya terseret arus,” papar Iwan.

Imbas dari kejadian ini, Rabu (17/5) pagi sekitar 18 pelajar langsung dipulangkan bersama pendampingnya. Sebelumnya, mereka sempat dikumpulkan di kecamatan dan diberi pengarahan oleh pihak kecamatan.

“Kemudian di antar ke penginapan, pagi (17/5) tadi kami pulangkan. Sekarang dalam perjalanan,” ujar Iwan.

Iwan mengaku, kejadian ini menjadi bahan evaluasi pihak sekolah dan yayasan. Bahkan SD Integral Hidayatullah yang akan mengadakan hal serupa tidak diizinkan pihak yayasan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Rencananya SD itu akan ke Pulau Tidung tapi melihat kejadian ini, ketua yayasan bilang cancel. Saya belum tahu sampai kapan,” tegas dia.

Pascakejadian ini sekolah meliburkan siswa, dan mengumpulkan mereka di masjid untuk memanjatkan doa agar kakak kelasnya yang belum ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. “Saya atas nama yayasan meminta doa yang terbaik untuk santri kami, semoga ada keajaiban yang Allah berikan. Kami tidak berhenti berharap dan berdoa,” harap Iwan.

Sarankan Liburan Cukup di Depok

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, tidak ada aturan khusus bagi sekolah untuk perizinan wisata ke luar. Tapi ia menyarankan, alangkah lebih baik sebelum berwisata ke luar Depok ada pemberitahuan dulu ke Disdik.

“Baiknya sekolah memberikan pemberitahuan kepada Disdik kalau ada acara atau kegiatan,” kata Thamrin.

Thamrin menyarankan kegiatan apapun yang digelar di sekolah baik perpisahan, outbond atau lainnya dilakukan di dalam Kota Depok. Karena di Kota Depok sendiri masih banyak wisata edukasi yang aman untuk siswa. “Sebaiknya kegiatan dilakukan di Kota Depok. Kita punya destinasi yang bagus. Minimal di Jakarta lah dan cari tempatnya jangan sampai membahayakan untuk anak didik,” ujarnya.

Untuk sekolah yang ingin mengadakan wisata di luar kota, lanjut Thamrin, sebaiknya siswa perlu diperhatikan. Setiap kegiatan harus ada pemandu yang memang ahli dan berkompeten. Apapun kegiatannya sebaiknya harus seizin orang tua. (ind)

You may also read!

bunga jalan margonda

Depok Memperpanjang Pembatasan Kegiatan Usaha, Berikut Rinciannya

Aktifitas pengendara dan masyarakat di Jalan Raya Margonda, Kota Depok. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK

Read More...
pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...

Mobile Sliding Menu