BERBARIS : Petugas Dishub Kota Depok, saat menemukan puluhan motor yang terparkir di Jalan Raya Margonda, Rabu (26/4). Foto:Dicky/Radar Depok
BERBARIS : Petugas Dishub Kota Depok, saat menemukan puluhan motor yang terparkir di Jalan Raya Margonda, Rabu (26/4). Foto:Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM –Entah lahan parkir yang terbatas atau minimnya sarana parkir yang tersedia, membuat trotoar jalan digunakan untuk memarkirkan kendaraan. Dinas Perhubungan Kota Depok, masih menemukan puluhan kendaraan terpakir dengan manisnya di sejumlah trotoar, salah satunya Jalan Raya Margonda, kemarin.

Kabid Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Dishub Kota Depok, Sariyo Sabani mengatakan, minimnya kesadaran masyarakat pengguna kendaraan, membuat sejumlah trotoar dijadikan tempat parkir kendaraan. Dia menilai, keberadaan kendaraan terparkir menggunakan trotoar jalan dianggap merampas hak pengguna jalan. Umumnya, kendaraan roda dua masih mendominasi parkir liar menggunakan trotoar jalan.

“Paling banyak ditemukan kendaraan roda dua, namun sesekali kami menemukan kendaraan roda empat,” ujar Sariyo kepada Radar Depok, kemarin.

Sariyo menjelaskan, trotoar yang dijadikan tempat parkir kendaraan berada di Jalan Raya Margonda dari lampu merah Juanda menuju arah Jakarta. Guna membenahi ketertiban lalu lintas, dan Perda No16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum, petugas Dishub berusaha melakukan pembinaan kepada pemilik kendaraan guna tidak memarkirkan kendaraannya. Selain itu, anggota Dishub memberikan kompensasi kepada pemilik kendaraan, apabila tidak segera memindahkan kendaraannya dalam waktu 15 menit, akan dilakukan pengembosan ban untuk kendaraan roda dua dan penggembokan ban kendaraan roda empat.

Sariyo mengungkapkan, anggota Dishub secara rutin melakukan penyisiran ke sejumlah jalan Protokol. Diantaranya, Jalan Nusantara, Arif Rahman Hakim, Jalan Kartini, Jalan Raden Saleh, dan Jalan Raya Sawangan. Selain itu, dalam melaksanakan penertiban, pihaknya bekerjasama dengan pihak kepolisian sebagai salah satu penegak hukum dalam berlalu lintas.

“Kami juga meminta kepada pemilik usaha guna menyediakan kantong parkir, sehingga pelanggan mereka tidak parkir di trotoar jalan,” terang Sariyo.

Dilain pihak, salah seorang masyarakat pengguna trotoar Jalan Raya Margonda, Samsurizal menuturkan, keberadaan kendaraan di trotoar jalan membuat masyarakat pengguna trotoar terutama dirinya merasa tidak nyaman saat tengah melintas. Harus di akui, banyaknya pelaku usaha di Jalan Raya Margonda dan sejumlah jalan lainnya, dan sedikitnya lahan parkir yang tersedia, membuat trotoar jalan sebagai lahan parkir.

Samsurizal mengatakan, seharusnya Pemerintah Kota Depok dapat mendorong pelaku usaha guna menyediakan lahan parkir yang memadai, dan tidak memaksakan kehendak pelaku usaha untuk berjualan secara langsung yang berbatasan dengan jalan. Selain itu, pelaku usaha memberikan himbauan kepada konsumen untuk tidak parkir sembarangan, tanpa memiliki rasa takut kehilangan pelanggan.

“Apabila Pemkot Depok dapat bersinergi dengan pelaku usaha, dapat dipastikan akan mengurangi kendaraan yang terparkir di trotoar jalan,” tutup Samsurizal. (dic)