RADAR DEPOK.COM – Peristiwa putusnya jembatan Pitara di Jalan Raya Pitara yang menyebabkan akses Jalan Pitara bermasalha, dan menyebabkna macet jadi perhatian Walikota Depok, Mohammad Idris. Idris sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pengecekan sejumlah jembatan di Kota Depok.

Menurut orang nomor satu di Kota Depok ini, amblesnya Jembatan Pitara yang terjadi 1 Mei disebabkan pondasi jembatan yang tergerus derasnya air Kali Kurkut, sehingga bergeser sekitar 30 sentimenter (CM). Hasilnya menyebabkan jalan Pitara patah dan terjadi peristiwa amblesnya jembatan.

“Selain itu, kondisi jembatan sudah berusia 20 tahun dan perlu dilakukan rehabilitasi,” ujar Idris kepada Radar Depok, kemarin.

Idris menjelaskan, telah menginstruksikan Dinas PUPR Kota Depok memeriksa konstruksi jembatan di Kota Depok yang telah berusia 20 tahun, supaya bisa dilakukan rehabilitasi. Tidak hanya itu, belum lama ini jembatan Novo yang berada diwilayah Kecamatan Cipayung telah mengalami pergeseran yang diakibatkan tertabrak mobil, sehingga menyebabkan jembatan tersebut rusak.

Selain jembatan Pitara, sambung Idris jembatan penghubung Perumahan Pesona Khayangan dengan Jalan Raya Margonda dinilai perlu dilaksanakan rehabilitasi. Hal itu dikarenakan, warga sekitar kerap merasakan getaran saat dilintasi mobil. Namun, untuk rehabilitasi jembatan tersebut berada dibawah kewenangan pemerintah pusat bukan pemerintah daerah. “Kami telah membicarakannya dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane,” terang Idris.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Depok, Edi Masturo menuturkan, seharusnya Pemkot Depok melalui dinas terkait dapat merespon pengaduan masyarakat terhadap jembatan Pitara yang ambles. Apalagi kerusakan tersebut sudah terjadi lima bulan dan telah dilaporkan pengurus lingkungan bersama LPM kepada lurah setempat dan ditembuskan ke dinas terkait.

“Mungkin PUPR memiliki pertimbangan lain dalam melaksanakan perbaikan jalan dan jembatan di Kota Depok,” ucap Edi.

Edi memaklumi, banyaknya pekerjaan yang ditangani Dinas PUPR dikarenakan tengah menyiapkan persiapan lelang dan pengadaan barang. Namun, kejadian amblesnya jembatan Pitara dapat menjadi pembelajaran Dinas PUPR dalam merespon pengaduan masyarakat.

Edi mengatakan, guna memaksimalkan rehabilitasi jembatan dapat bertahan dengan lama, masyarakat maupun pengurus lingkungan dapat melakukan pengawasan terhadap pembangunan. Sehingga pengerjaan rehabilitasi jembatan dapat sesuai perencanaan.

“Jangan sampai, apabila tidak diawasi jembatan tersebut dibangun tidak sesuai dan tidak bertahan lama,” tutup Edi. (dic)