RUSAK : Lubang yang menganga terlihat di beberapa titik di sepanjang Jalan Raya Curug. Foto:Ade/Radar Depok
RUSAK : Lubang yang menganga terlihat di beberapa titik di sepanjang Jalan Raya Curug. Foto:Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM , BOJONGSARI – Jalan Raya Curug, Kecamatan Bojongsari yang penuh lubang dan rusak, dikeluhkan pengendara kendaraan bermotor. Pasalnya, rusaknya jalan cukup membuat para pengendara harus memelankan laju kendaraannya dan harus hati-hati, salah-salah terjelembab dalam lubang sedalam kurang lebih 20-30 cm.

Salah seorang pengendara yang sering melewati jalan tersebut, Jupriansyah (31) mengatakan, dirinya mengeluhkan jalan yang kerap ia lalui saat berangkat dan pulang kerja tersebut. “Saya sering lewat jalan ini (red : Jalan Raya Curug), lubangnya besar-besar, jadi harus pilih jalan yang lebih baik, yang akhirnya jadi memakan waktu,” katanya.

Jupri mengatakan, dirinya berharap ada langkah yang diambil untuk memperbaiki jalan tersebut. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama, “Jalan ini kan sangat aktif, baik siang dan malam, Jadi, kalau bisa dibetulin lah,” katanya.

Ketua LPM Kelurahan Curug, Wardana mengatakan, jalan tersebut, sudah masuk dalam usulan musrenbang tahun lalu, dan akan direalisasikan pada tahun ini.

“Jalan itu memang sudah rusak parah. Sudah diajukan musrenbang dan tahun ini akan turun Rp600 juta, sudah masuk lelang tinggal tunggu realisasinya saja,” katanya kepada Radar Depok.

Namun, lanjut Wardana, perbaikan jalan tersebut tidak secara keseluruhan melainkan hanya sebagian. Perbaikannya dilakukan dua tahap, untuk tahun ini hanya sepanjang 400 meter dari masjid Baitul Amin sampai Midori Residence. “Nanti tahun 2018, mudah-mudahan bisa turun lagi, baru lanjutan dari Midori Residence sampai ke ujung Jalan Raya Curug,” lanjut Wardana.

Wardana menyebutkan, alasannya dilakukan dua tahap, karena jalan tersebut lebar dan panjang. Sehingga, dana yang harus diturunkan sangat besar jika dilakukan dalam sekali perbaikan. Pelebaran yang akan dilakukan, lanjut Wardana, kanan kiri masing-masing selebar 2 meter. “Karena sebagian jalan tepatnya di ujung jalan kami ingin dilebarkan, karena terlalu sempit, jadi butuh pembebasan lahan. Itu nanti, di tahun 2018, dan masuk musrenbang tahun ini,” katanya. (ade)