RADAR DEPOK.COM – Rencana perubahan penerapan sistem transaksi Tol Jagorawi yang akan menggunakan sistem transaksi terbuka, mulai dari ruas Cawang hingga Ciawi maupun sebaliknya, akan dikenakan tarif merata dengan satu kali transaksi. Imbasnya, Gerbang Tol (GT) Cibubur dan GT Cimanggis akan setop beroperasi tanggal 18 Juni mendatang, kemarin.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, telah merencanakan akan ada penutupan GT Cibubur dan Cimanggis sehingga tidak ada transaksi kembali. Rencananya tersebut guna mendukung akan diterapkan tarif merata dengan satu kali transaksi dengan sistem terbuka. Pelaksanaan tersebut mulai dari ruas Cawang hingga Ciawi maupun arah sebaliknya.

“Penghentian pengoperasian akan dilaksanakan pada 18 Juni mendatang sehingga tidak ada transaksi,” ujar Herry dalam diskusi di Galeri Nasional Jakarta.

Saat ini, sambung Herry tengah dilaksanakan persiapan pembangunan dedicated line atau jalur khusus dikedua gardu tol tersebut. Pihaknya akan melaksanakan evaluasi pembangunannya yang nantinya akan dirilis pada bulan ini. Nantinya, pengguna jalan tol dari arah Ciawi menuju Jakarta akan melakukan pembayaran saat akses masuk, dan dari Jakarta menuju Ciawi akan membayar saat keluar akses tol.

Sementara itu, salah seoarang warga Depok Jaya, Miftah (39) menuturkan, rencana penerapan sistem tarif merata dengan satu kali bayar dinilai sangat baik dan lebih efisien. Dia memperkirakan, tarif secara dekat akan memberatkan pengguna jalan tol, namun pengguna tol jarak jauh seperti dirinya yang bekerja diwilayah Rawamangun akan terasa ringan.

“Memang sebenarnya tol itu diperuntukan untuk pengguna jarak jauh seperti saya, sehingga saya mendukung,” terang Miftah.

Miftah menjelaskan, rencana penutupan GT Cibubur dan Cimanggis diprediksi akan memperlancar arus lalu lintas saat jam pulang kerja dari arah Jakarta menunju Ciawi. Menurutnya, GT Cibubur dan Cimanggis menjadi salah satu titik kemacetan diruas tol Jagorawi, sehingga akan mengefisienkan waktu saat melintas di Tol Jagorawi.

“Selain itu, proses transaksi akan lebih praktif dari dua kali transaksi akan menjadi satu kali transaksi,” tutup Miftah. (dic)