MENGENASKAN : Anggota kepolisian tengah menunjukan ban bagian belakang truk yang menewaskan Slamet Tri Atun di Jalan Tole Iskandar Kecamatan Sukmajaya, Rabu (7/6) malam. Foto:IST
MENGENASKAN : Anggota kepolisian tengah menunjukan ban bagian belakang truk yang menewaskan Slamet Tri Atun di Jalan Tole Iskandar Kecamatan Sukmajaya, Rabu (7/6) malam. Foto:IST

RADAR DEPOK.COM–Safety dalam berkendara menjadi pelopor keselamatan. Hal itu patut diingat kepada pengendara baik sepeda motor maupun mobil. Rabu (7/6), niat ingin mendahului truk Pertamina pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM). Slamet Tri Atun (58), tewas terlindas truk Pertamina saat motor yang dikendarai Agus Siswanto (36) gagal mendahului, di Jalan Tole Iskandar Kecamatan Sukmajaya.

Kanit Laka Polresta Depok, Iptu Joko Irwanto mengatakan, kecelakaan yang menewaskan Slamet Sri Atun yang tengah dibonceng Agus Siswanto.

“Kejadian di Jalan Tole Iskandar dekat gang Mi’it atau bengkel AHRS pada Rabu (7/6) pukul 22.30 WIB. Keduanya merupakan ibu dan anak,” ujar Joko kepada Radar Depok, kemarin.

Joko menjelaskan, Slamet Tri Atun yang dibonceng Agus Siswanto yang mengendari sepeda motor Yamaha Mio B 6415 TML dari arah Depok menuju Simpangan Depok berada di belakang truk tangki BMM Pertamina B 9003 SFU, yang dikendarai Pardomuan Marpaung (44). Saat berada di Jalan Tole Iskandar Agus berusaha ingin mendahului truk BBM Pertamina.

Namun, sambung Joko sesampainya di dekat Perumahan Pondok Sukmajaya dan berusaha ingin mendahului. Agus dikejutkan adanya angkot dari arah berlawanan dengan no polisi tidak diketahui melaju dengan kencang. Karena jalan berliku dan jarak angkot terlalu dekat, sehingga Agus tidak mampu menguasai sepeda motor dan membentur body kanan belakang truk BBM Pertamina.

“Akibatnya kecelakaan tidak dapat dihindari sehingga Agus Siswanto dan Slamet Tri Atun terjatuh,” terang Joko.

Joko menuturkan, peristiwa tersebut menewaskan Slamet Tri Atun. Itu terjadi karena saat jatuh masuk ke kolong truk BBM Pertamina, bagian kepalanya terlindas ban truk. Sehingga nyawanya tidak terselamatkan. Joko meminta, masyarakat maupun pendendara yang melintas disepanjang Jalan Tole Iskandar mesti selalu waspada. Hal itu dikarenakan, sepanjang Jalan Tole Iskandar banyak ditemukan jalan yang menikung dan turunan panjang.

Selain itu, sambung Joko pengendara guna mematuhi peraturan rambu lalu lintas dan selalu mengenakan helm saat berkendara. Menurutnya, kunci keselamatan berkendara berada pada diri pengendara sendiri.

“Jenazah korban telah di kirim ke RS Bhayangkara Bogor guna mendapatkan visum,” tutup Joko. (dic)