SEPEDA AIR : Salah satu permainan yang paling digemari di Situ Pengasinan yakni sepeda air atau dikenal dengan bebek-bebekan. Foto: Ade /Radar Depok
yamaha-nmax

 

SEPEDA AIR : Salah satu permainan yang paling digemari di Situ Pengasinan yakni sepeda air atau dikenal dengan bebek-bebekan. Foto: Ade /Radar Depok

Situ Pengasinan menyuguhkan berbagai kegiatan wisata air, seperti sepeda air (bebek-bebekan), pemancingan dan tempat bersantai sekedar menikmati pemandangan dari tepian situ. Keberagaman yang ada di situ tersebut, tentu bisa menjadi alternatif warga Kota Depok, khususnya di Kecamatan Sawangan untuk menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

Laporan: Ade Ridwan Yandwiputra /Radar Depok

Tak perlu jauh-jauh untuk berekreasi ke daerah lain untuk bisa bermain di wahana situ. Kota Depok juga memiliki lokasi wisata tak kalah menarik, yakni Situ Pengasinan. Wisata air yang berada di pinggiran Kota Depok ini, menyuguhkan panorama alam yang indah, suasana tenang dan udara sejuk.

Situ yang terletak di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan ini, memiliki luas enam hektare. Sejak tahun 2004 dijadikan tempat wisata air, di masa kepemimpinan Walikota, Badrul Kamal.

Baca Juga  Pilihan Warga untuk Ngabuburit di Kala Puasa

Selain panoramanya yang indah, pengunjung yang datang bisa menikmati wahana sepeda air yang menyerupai binatang seperti bebek, angsa, kuda laut, dan ikan paus. Hal ini dapat digunakan bagi warga yang hendak menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa (ngabuburit).

Untuk naik sepeda air tersebut, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Cukup dengan Rp8.000, pengunjung bisa menikmati pemandangan dan mengelilingi situ selama 15 menit. Selain itu, ada juga rakit yang dihargai Rp5.000 per orang.

“Pengunjung bisa menikmati situ seluas tiga hektar, karena sisanya dipakai untuk orang memancing,” kata Humas Kelompok Kerja (Pokja) Setu Pengasinan, Oman Setiawan.

Bagi mereka yang memiliki hobi memancing, jangan lupa bawa alat pancing. Pengunjung tanpa dipungut biaya, bisa melemparkan mata kail yang sudah di beri umpan ke situ tersebut. Jika beruntung, pengunjung bisa membawa pulang ikan mas, mujair, gabus, lele hingga gurame.

Baca Juga  Hasil RAT KSPPS BAM RAT Tahun Buku 2018┬áKantongi Predikat Sehat, Aset Capai Rp5,5 Miliar

Rata-rata di saat akhir pekan, situ tersebut bisa menjaring 300-400 pengunjung per hari. Sayang, saat ini akses menuju situ tersebut masih kecil, dan di beberapa bagian jalan rusak. Sehingga, pengunjung harus rela berguncang ria di motor, untuk sampai ke situ tersebut.

“Pengunjungkan sering mengeluhkan jalan, terlebih saat musim penghujan. Jalan di depan bukan hanya becek, tapi banjir, motor suka engga bisa lewat,” ungkap Oman.

Ia berharap, agar pemerintah bisa memperhatikan wisata air yang ada di Pengasinan tersebut, dengan memperbaiki jalan yang rusak.

“Kalau jalan bagus pasti pengunjung yang datang bisa bertambah. Ini bisa menambah penghasilan warga sekitar yang membuka warung di sini,” tandas Oman. (*)

Baca Juga  Sebar 500 Bungkus Makanan Buka Puasa