SEGEL LAGI : Salah seorang petugas tengah melukan penyegelan dan garis polisi di tempat ibadah JAI Jalan Raya Muchtar Kecamatan Sawangan, Sabtu (3/6). Foto:Dicky/Radar Depok
SEGEL LAGI : Salah seorang petugas tengah melukan penyegelan dan garis polisi di tempat ibadah JAI Jalan Raya Muchtar Kecamatan Sawangan, Sabtu (3/6). Foto:Dicky/Radar Depok

**Polisi Buru Perusak Segel

RADAR DEPOK.COM -Sudah ketujuh kalinya Pemerintah Kota Depok menyegel tempat ibadah Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jalan Raya Muchtar Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan. Sebelumnya, Pemkot Depok telah melaksanakan penyegelan pada Februari 2017, namun segel tersebut telah dilepas sehingga dilaksanakan penyegelan kembali, kemarin.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, penyegalan kembali dikarenakan segel yang dipasang pada Februari 2017 telah dilakukan pencopotan. Sehingga Pemkot Depok melaksanakan penyegelan untuk ketujuh kalinya. Penyegelan dilaksanakan sesuai dengan SKB tiga menteri, Pergub Jawa Barat, dan Perwal Kota Depok.

“Sebelumnya kami sudah memberikan surat kepada Komnas HAM, kementerian dalam negeri, dan Gubernur Jawa Barat,” ujar Idris kepada Radar Depok, di lantai satu ruangan Bougenvil Balaikota Depok, kemarin.

Idris menjelaskan, dilihat dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), markas JAI yang berada di Kecamatan Sawangan sebelumnya menggunakan izin tempat tinggal dan rumah ibadah, bukan untuk perkantoran. Sebelumnya, Polresta Depok yang tergabung dalam Forkopimda telah menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, pamflet, majalah, tabloid, catataan selebaran, dan gambar foto besar pengurus JAI.

Indris mengungkapkan, langkah penyegelan yang dilakukan Pemkot Depok, merupakan upaya perlindungan JAI dari hal yang tidak diinginkan. Dia tidak menginginkan JAI yang berada di Kecamatan Sawangan terjadi seperti diluar wilayah Depok.

“Pemkot Depok bersama dengan unsur Forkopimda Kota Depok berusaha menciptakan suasana kondusif,” terang Idris.

Sementara itu, Kapolresta Depok, Kombes Herry Heryawan menuturkan, Polresta Depok telah mengamankan sejumlah barang bukti dari markas JAI di Sawangan. Hal itu dilakukan sebagai langkah penyelidikan yang sebelumnya Pemkot Depok telah membuat laporan di Polresta Depok.

“Pada 2 Juni kemarin, kami mendatangi TKP dan memang benar sudah terbuka segelnya,” ucap Herry.

Herry mengatakan, dari olah TKP pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti dan CCTV guna dijadikan alat bukti. Selain itu, pihaknya melaksanakan pemeriksaan di tempat beribadah JAI dan bukan masjid, dan penggeledahan dilakukan di kantor JAI yang sebelumnya izin rumah tinggal.

Tidak hanya itu, sambung Herry pihaknya bersama unsur Forkopimda melaksanakan pengamanan di markas JAI di Kecamatan Sawangan. Hal itu dilakukan, dari informasi Intelejen bahwa akan kelompok yang akan melakukan penyerangan kepada JAI. “Kami berupaya melakukan langkah antisipasi sesuai informasi yang diberikan intelejen,” tutup Herry.

Menimpali hal ini, Jamaah Ahmadiyah Depok meradang setelah Pemerintah Kota Depok kembali menutup tempat kegiatan Ahmadiyah di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Sabtu, 3 Juni 2017. “Pemerintah melakukan persekusi keras terhadap komunitas JAI Depok,” singkat juru bicara Jamaah Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiana.(dic)