KENALKANKEMBALI : Sejumlah ASN Pemkot Depok tengah melaksanakan lomba bakiak dalam Por Pemkot di lapangan balai kota Depok, beberapa waktu lalu. Foto:Dicky/Radar Depok
KENALKANKEMBALI : Sejumlah ASN Pemkot Depok tengah melaksanakan lomba bakiak dalam Por Pemkot di lapangan balai kota Depok, beberapa waktu lalu. Foto:Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM –Seiring berkembangnya jaman dan majunya dunia teknologi membuat sejumlah lomba permainan tradisional terancam punah. Guna menyelamatkan kembali dan memperkenalkan kepada anak. Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, akan memperkenalkan lomba tradisional kepada anak.

Kepala Disporyata Kota Depok, Agus Suherman mengatakan, perlombaan trandisional perlu diperhatikan dan dilestarikan. Hal itu mengingat, sejumlah anak tidak mengetahui beberapa jenis perlombaan tradisional. Rencananya, pihaknya akan menggelar lomba tradisional yang akan diikuti anak usia Sekolah Dasar (SD).  “Perlombaan akan dilaksanakan pada Sabtu 22 Juli mendatang,” ujar Agus kepada Radar Depok, kemarin.

Agus menjelaskan, ada sejumlah olahraga tradisional yang akan diperkenalkan kembali kepada anak. Diantaranya, terompah panjang, bakiak, balap karung, engrang, gasing, dagongan, tarik tambang, dan lari balok. Umumnya, perlombaan yang masih digunakan masyarakat pada kegiatan perlombaan dalam momen tertentu yakni, balap karung, engrang, dan tarik tambang.

Dengan memperkenalkan lomba tradisional kepada anak, lanjut Agus anak akan mengetahui dan mengembangkan permainan tradisional kepada teman sepermainannya dilingkungan tempat tinggal maupun disekolah. Sehingga permainan tradisional akan kembali digemari dan dimainkan anak, dan terhindar dari ancaman kepunahan karena dilupakan. “Kami akan terus memperkenalkan permainan tradisional dengan berbagai program selain perlombaan,” terang Agus.

Selain itu, sambung Agus tengah melakukan pendataan guna meningkatkan prestasi Kota Depok. Saat ini, pihaknya tengah melaksanakan pendataan atlet serta sarana dan prasarana olahraga dengan sejumlah stakeholder. Diantaranya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI).

Agus menturkan, pendataan dilakukan guna mengetahui potensi atlet yang dimiliki Kota Depok sebelum dilaksanakan pembinaan secara berjenjang. Pendataan akan dilaksanakan hingga turun ke tengah masyarakat salah satunya tingkat RT dan RW. “Kami akan melaksanakannya secara bertahap guna meningkatkan prestasi olahraga Kota Depok,” tutup Agus. (dic)