DITANGKAP : Polisi mengamankan delapan orang pelaku perusakan fasilitas Lele Nongkrong. Foto:Dicky/Radar Depok
DITANGKAP : Polisi mengamankan delapan orang pelaku perusakan fasilitas Lele Nongkrong. Foto:Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Dua kelompok supporter sepakbola nasional kembali terlibat kericuhan. Namun ricuhnya bukan di stadion, melainkan di tempat nonton bareng (nobar) di cafe Lele Nongkrong, Jalan Merdeka, Sukmajaya, Minggu malam (11/6).

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung bergerak cepat dengan mengamankan delapan orang pelaku perusakan fasilitas kafe tersebut, Senin malam (12/6).

“Ada delapan orang yang kami amankan. Diduga mereka terlibat dalam melakukan penyerangan dan perusakan di sebuah cafe. Mereka semuanya masih di bawah umur berkisar 15-17 tahun,” ujar Kepala Tim Srikandi unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Ipda Nurul Kamila Wati, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Nurul menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika salah satu kelompok supporter melakukan kegiatan nonton bareng dalam laga Persib Bandung vs Persiba Balikpapan. Tiba-tiba, sekitar jam 22.00 WIB, datang kelompok supporter lain yang bersebrangan.

“Fasilitas cafe tersebut dirusak oleh kelompok lain yang melakukan penyerangan secara tiba-tiba. Kasus ini terus kami dalami untuk menemukan provokator lainnya. Untuk anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum, akan dilakukan diversi serta dikirimkan surat ke sekolahnya masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, menurut kesaksian karyawan Lele Nongkrong, mengungkapkan bahwa penyerangan dilakikan secara membabibuta oleh sekitar puluhan orang.

“Di sini sedang memutar pertandingan Persib melawan Persiba. Pengunjung bebas mau nonton apa saja. Khusus nonton bareng, kami tidak memihak salah satu klub, baik klub luar negeri maupun domestik. Semua kami suguhkan sebagai bagian dari layanan cafe. Kelompok itu nyangka kami sering siarkan Persib. Padahal sebelumnya tidak pernah,” ujar pengelola Lele Nongkrong, Hapid Subhan.

Dirinya mengungkapkan pada saat kejadian, terlihat pelaku penyerangan merupakan remaja bersenjata tajam. “Kelompok yang menyerang ngerusak barang yang ada di warung, lampu taman pecah. Sepeda motor customer ada yang rusak. Bahkan HP ada yang hilang,” ungkapnya.

Pasca kejadian tersebut, pihaknya memilih untuk tetap membuka tempat makannya.

“Tadinya mau tutup, tapi mengingat ini bulan suci Ramadan dan kami anggap peristiwa itu musibah. Lele Nongkrong tetap buka karena kami yakin saat Ramadan ini, Allah SWT akan berikan kemudahan,” tutup Hapid.(dic)