BABAK BELUR: Afdhal Ziqry (30) pelaku penjambretan HP di Jalan Muhari, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari babak belur setelah diamuk massa. Beruntung pihak kepolisian segera datang dan mengamankan pelaku. Foto: Ade /Radar Depok.

 

 

BABAK BELUR: Afdhal Ziqry (30) pelaku penjambretan HP di Jalan Muhari, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari babak belur setelah diamuk massa. Beruntung pihak kepolisian segera datang dan mengamankan pelaku. Foto: Ade /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, BOJONGSARI – Bulan Ramadan tak membuat tingkat kriminalitas turut berkurang, seperti yang terjadi di Jalan Muhari, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari. Seorang pemuda kedapatan mencuri sebuah HP usai solat terawih.

Kejadiannya pada hari Sabtu (3/5) sekitar pukul 20.30 WIB. Kala itu pemuda yang diketahui bernama Afdhal Ziqry alias Aji (30), hendak merampas HP milik seorang pelajar SMP bernama Bintang Akbar (14).

Kapolsek Sawangan, AKBP Sutarjo mengatakan, tersangka mencoba merampas HP milik Bintang Akbar  yang sedang nongkrong di pinggir jalan.

“Ketika korban duduk di pinggir jalan, tiba-tiba pelaku mengendarai motor Honda Beat F 4639 IN berhenti depan korban, dan langsung merampas HP miliknya. Namun, korban mencoba melawan sampai pelaku membuang HP ke selokan dan mencoba kabur,” ujar Sutarjo didampingi Kanit Reskrim Polsek Sawangan AKP Darminto, Senin (5/6) sore.

AKBP Sutarjo, menambahkan, korban yang sigap langsung memegangi motor pelaku yang hendak kabur sembari berteriak maling. Seketika, warga langsung berdatangan dan pelaku dapat ditangkap.

“Warga geram lalu memukuli pelaku, hingga lebam di wajahnya. Lalu warga bersama korban menyerahkan pelaku ke SPKT Polsek Sawangan,” tambahnya.

Lebih jauh, Sutarjo mengatakan, menurut pengakuan tersangka, dirinya baru pertama kali merampas, karena membutuhkan uang untuk menebus HP miliknya yang digadai.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, jika HP yang dicurinya berhasil diambil, akan dijual dan uangnya digunakan menebus HP miliknya sendiri yang digadai,” ungkapnya.

Diketahui pelaku merupakan mahasiswa semester 3 di salah satu universitas terkemuka di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan. Ia mengungkapkan, hasil curian juga sebagian untuk menambah kebutuhan hidup sehari-hari termasuk biaya kuliah.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, lanjut Sutarjo pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. “Ancaman yang dipidanakan pelaku 10 tahun penjara dan barang bukti alat kejahatan pelaku yaitu motor dan Hp milik korban ikut disita petugas,” tutupnya. (ade)