MENUNGGU WAKTU BERBUKA : Sejumlah warga sedang berada di area Masjid Dian Al-Mahri atau biasa dikenal masjid kubah emas yang berada di Jln. Raya Meruyung, Meruyung, Limo, Kota Depok, Selasa (6/6). Mereka menunggu waktu berbuka puasa dengan beribadah atau melakukan berbagai aktifitas lainnya di tempat tersebut. Foto:Ahmad Fachry/Radar Depok
MENUNGGU WAKTU BERBUKA : Sejumlah warga sedang berada di area Masjid Dian Al-Mahri atau biasa dikenal masjid kubah emas yang berada di Jln. Raya Meruyung, Meruyung, Limo, Kota Depok, Selasa (6/6). Mereka menunggu waktu berbuka puasa dengan beribadah atau melakukan berbagai aktifitas lainnya di tempat tersebut. Foto:Ahmad Fachry/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Masjid Dian Al Mahry atau lumrah disebut Masjid Kubah Emas, yang terletak di Jalan Meruyung Kelurahan Meruyung, Limo, nyatanya di Ramadan ini, masih menjadi primadona bagi para peziarah, baik dari Depok maupun luar.

Hal ini ditandai dengan banyaknya peziarah yang mendatangi masjid selama bulan suci atau bulan lainnya.

“Memang masih menjadi primadona, banyak yang datang,” tutur Ketua LPM Kelurahan Meruyung, Limo, Muhtadin tyas, saat dihubungi Radar Depok, tadi malam.

Menurutnya, hal ini sangat beralasan, karena di Indonesia cuma Masjid Dian Al Mahri yang kubahnya berlapis emas dan juga keindahan arsitekturnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para peziarah.

“Tujuannya ke masjid memang untuk ibadah, tapi dengan adanya kubah emas ini membuat orang penasaran untuk melihat langsung,” tuturnya.

Ia mengaku bersyukur karena masjid tersebut dibangun di Kelurahan Meruyung, karena selain dapat meningkatkan perekonomian warga setempat dengan menjual makan dan minuman, serta mempromosikan Meruyung dan umumnya Kota Depok ke daerah lain.

“Nama Meruyung Depok jadi dikenal banyak orang dari luar daerah,” ucap Muhtadin. (cky)