HASIL OPERASI : Kapolsek Beji Kompol Bambang, didampingi Kanit Reskrim Polsek Beji Iptu Sutiyasno menunjukan hasil Operasi Cipkon dan Handak di markasnya. Foto: Ricky /Radar Depok
HASIL OPERASI : Kapolsek Beji Kompol Bambang, didampingi Kanit Reskrim Polsek Beji Iptu Sutiyasno menunjukan hasil Operasi Cipkon dan Handak di markasnya. Foto: Ricky /Radar Depok

Mewujudkan situasi yang aman dan kondusif tanpa ada ledakan petasan bulan Ramadan, Polsek Beji menggiatkan operasi cipta kondusif (Cipkon) dan Operasi Bahan Peledak (Handak) di wilayah hukumnya.

Laporan : Ricky Juliansyah /Radar Depok

Polsek Beji terus berkomitmen untuk memenuhi janjinya agar bulan Ramadan Kondusif dari penyakit masyarakat dan tidak ada bunyi ledakan petasan.

Untuk itu, Polsek yang kini dipimpin Kompol Bambang Handoko ini menggiatkan operasi Cipkon dan Handak. Walhasil, hingga Ramadan hari ke 14, Polsek Beji berhasil menyita ratusan botol minuman keras dan ribuan petasan.

“Operasi yang sudah kita lakukan berhasil menyita sekitar 100 botol minuman keras dan oplosan lalu 1.100 berbagai jenis petasan yang dilarang dijual,” tutur Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Polsek Beji Iptu Sutiyasno.

Hasil tersebut didapatkan petugas dari para pedagang di warung jamu Jalan Tanah Baru, pedagang asongan dan usaha rumahan.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Taman Sari Jakarta Barat ini mengakui, temuan itu berkat ada laporan informasi masyarakat anggota dipimpin Kanit Reskrim Iptu Sutiyasno langsung melakukan operasi di sejumlah tempat diduga menjual miras dan petasan.

“Untuk miras kita sita dari warung jamu milik Uda di Jalan Tanah Baru, disita sekitar 100 botol miras anggur, mansion, dan oplosan jenis GG dikemas dalam kantong plastik ukuran setengah liter,” katanya.

Sedangkan petasan, lanjut Kompol Bambang didapatkan awal dari tangan pedagang asongan depan SDN Beji 6 di Jalan Jawa, petugas menyita ratusan petasan berbagai jenis.

“Dari pengakuan pedagang asongan, C,40, dikembangkan petugas ke lokasi lain toko mainan milik AHB,40, Jalan Baru Plenongan, Ratu Jaya Pancoran Mas, petugas menyita hampir 1.000 petasan jenis berdaya ledak rendah yang dilarang diperjualbelikan bebas,”ungkapnya.

Selama bulan Ramadann ia menghimbau kepada masyarakat untuk bekerjasama menjaga keamanan wilayah. Jangan menjual minuman keras dan petasan karena berpotensi ke masalah gangguan kamtibmas.

“Beberapa para pelaku berani berbuat kriminalitas adalah salah satunya dari pengaruh minuman keras. Selain itu gangguan kamtibmas tawuran salah satu pemicu saling melempar petasan,” ucapnya.

Ia melanjutkan, rata- rata petasan yang dijual pedagang beromset jutaan rupiah. Untuk satu buah petasan dijual paling murah Rp8 ribu, per pack Rp100 ribu.

“Diperkirakan barang bukti yang kita sita mencapai 1.100 petasan berbagai jenis beromset mencapai jutaan rupiah. Untuk pedagang kita data dan dibina serta membuat surat pernyataan tidak berbuat mengulangi perbuatan yang sama,” tambahnya.

Selama bulan Ramadan dan lebaran Idul Fitri, Kapolsek berjanji akan menjaga menciptakan suasana aman dan kondusif., demi terwujudnya suasana kamtibmas aman dan kondusif. “Kita meminta kerjasama peran masyarakat untuk memberikan informasi jika ada kejadian di lingkungan supaya petugas kita bisa langsung merespon dengan cepat,” ucap Kompol Bambang. (*)