RAMAI: Warga mengantre di loket pelayanan kantor Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, untuk membuat SKTM. Foto: Ricky /Radar Depok.
RAMAI: Warga mengantre di loket pelayanan kantor Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, untuk membuat SKTM. Foto: Ricky /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, CIMANGGIS – Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 pengajuan pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di beberapa kelurahan di Kecamatan Cimanggis dan Tapos membludak.

Seperti penuturan staf Kemasyarakatan Kelurahan Cipas, Siti Umiyah, pengajuan SKTM sudah dari Senin (5/6). Di mana perharinya mencapai 50 pemohon yang datang, khusus membuat SKTM.

“Sejak kemarin sudah ramai. Kalau dua hari ini ditotal bisa lebih dari 100,” kata perempuan berhijab yang akrab disapa Umi.

Menurutnya, banyaknya warga yang memohon SKTM memang kerap terjadi saat memasuki tahun ajaran baru, sementara hari-hari biasa hanya melayani satu atau dua permohnan pembuatan SKTM.

Karena banyaknya yang mengajukan, lanjut Umi, jam pelayanan masyarakat yang biasanya berakhir pukul 14.30 WIB, kini diperpanjang hingga pukul 15.00 WIB. “Dari pagi sampai jam 3 sore tidak berhenti-berhenti,” katanya.

Ia menambahkan, untuk persyaratan pengajuan SKTM dibutuhkan surat penggantar RT/RW, fotokopi kartu keluarga, KIS dan KIP.

“Sekarang persyaratannya agak banyak, harus tandatangan lurah juga. Dulu kan masih bisa oleh kepala seksi, dan cap di kecamatan juga,” tandasnya.

Sementara, staf Kelurahan Cimpaeun, Tapos, Suryadi pun mengamini hal tersebut. Kata dia, meski jumlah pemohon pengajuan SKTM membludak, tetapi saat pelayanan tetap tertib.

“Meski banyak tidak ada kendala berarti, terlebih kantor Kelurahan Cimpaeun pun telah ditambah fasilitas kursi untuk masyarakat yang menunggu pelayanan,” kata Suryadi. (cky)