FOTO: Hendrix
FOTO: Hendrix

Hijrah Ramadan di Depok

Agama merupakan keyakinan yang dimiliki seseorang. Dari keyakinan ini, di dukung dengan melakukan ibadah, untuk menjalin hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Banyak proses bagi seseorang dalam menemukan keyakinannya. Ada yang turunan keluarga, dan ada pula yang berhasil menemukan sendiri.

Laporan: Raisa Tafzila

Di Indonesia terdapat enam agama. Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Dari ke enam agama tersebut, setiap agama mempunyai cara beribadah yang berbeda. Sehingga jelas, aturan dan sistem kepercayaannya juga berbeda.

Orang yang sudah menganut satu keyakinan, bisa saja berubah karena beberapa hal. Tergantung dari lingkungan kehidupannya. Ada beberapam faktor yang menyebabkan seseorang memeluk suatu agama. Dari keluarga, atau pengaruh lingkungan sekitar. Tergantung bagaimana cara orang tersebut bersosialisasi.

Dalam Islam, seseorang yang pindah (memeluk Islam) disebut mualaf. Artinya, bukan seorang muslim sejak lahir. Radar Depok, punya secarik cerita tentang seorang mualaf.

Namanya Hendrix. Dulu dirinya memeluk Konghucu. Karena memang, latar belakang keluarga yang mayoritas memeluk keyakinan tersebut.

Tetapi tidak semua keluarga Hendrix menganut agama itu. Ada pula yang beragama Islam. Kala itu, saat masih bujangan, ia belum tertarik dengan Islam.

Sedari kecil, Hendrix menetrap di lingkungan Islam, kawasan Cimanggis. Teman-temannya pun mayoritas muslim. Darisanalah, ia pun mulai mengenal Islam. Sedikit demi sedikit dari pengaruh teman sepermainan.

Dari temannya itu, Hendrix melihat keindahan tata krama bersosialisasi pada teman-temannya. Ia pun penasaran ingin mempelajari Islam lebih dalam lagi.

“Saya kenal Islam dari teman-teman. Keluarga saya pun banyak yang muslim,” jelasnya.

Tak hanya Islam. Ia sempat pula beberapa kali mempelajari agama lainnya. Orangtuanya tidak mempermasalahkan. Sehingga tetap membuat hubungan keluarga Hendrix, berjalan baik.

Nah, adapun titik balik akhirnya ia mantap memilih Islam, lantaran Hendrix merasa tenang kala mendengar kumandang azan. Selain itu, ia melihat teman-temannya yang bersikap baik kepadanya, saling menghargai dan bertoleransi satu sama lain, membuat hendrix semakin ingin memeluk agama Islam.

“Semua agama itu bagus. Namun yang membuat saya memilih untuk menjadi seorang mualaf, karena saya melihat keindahan Islam. Teman-teman saya yang mayoritas muslim selalu bersikap baik, menghargai, dan toleransi sehingga membuat saya menyukai ini,” terangnya.

Tepatnya pada 2001 ia mengcap dua kalimat syahadat. Oh iya, ada satu lagi yang membuatnya tertarik dengan agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini. Yakni berpuasa. Menurutnya, berarti Islam sangat peduli dengan kesehatan. “Dan pada 2017 ini, tahun ke-16 saya menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadan,” beber dia.

Adapun Orang yang berperan besar dalam proses hijrahnya adalah seorang perempuan, yang kini menjadi istrinya.

Setelah menikah, Hendrix semakin baik memperdalam cara beribadah dalam agama Islam bersama istrinya. Ia merasa bangga menjadi imam yang baik dalam membimbing keluarganya setelah memeluk Islam.

“Alhamdulillah ini hidayah dari Allah SWT,” tandasnya. (*)