IKUT SERTA: Sebanyak 20 peserta ikut serta dalam kegiatan PKW yang diadakan di LKP Putri Ayu. Foto: Doc. Pribadi

 

IKUT SERTA: Sebanyak 20 peserta ikut serta dalam kegiatan PKW yang diadakan di LKP Putri Ayu. Foto: Doc. Pribadi

RADAR DEPOK.COM – Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan kepada Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kota Depok. Dari beberapa LKP yang mendapatkan bantuan, yakni LKP Putri Ayu yang dipimpin oleh Lie Chu.

Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Tatik Wijayati mengatakan, dalam kegiatan yang diadakan di LKP Putri Ayu, yakni pendidikan kecakapan dan wirausaha (PKW) dalam bidang tata kecantikan rambut dan tata rias wajah. Peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut, yakni ada 20 orang. Dimana, tiap pesertanya mendapatkan peralatan praktik, yakni satu set alat kecantikan rambut, yang isinya ada gunting, sisir, rol rambut, semprotan untuk membasahi rambut, jepit rambut. Tidak hanya itu saja, tetapi peserta juga mendapatkan satu set alat tata rias wajah.

“Ini adalah program beasiswa PKW, yang diadakan selama tiga bulan, yakni dari tanggal 5 Juni-5 Agustus 2017. Diadakan dari Senin-Jumat, tiap harinya lima jam pembelajaran,” ucapnya kepada Radar Depok.

Tatik menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut, yakni memberikan bekal pengetahuan kewirausahaan, ketrampilan, menanamkan pola pikir dan sikap kewirausahaan. Dengan begitu, diharapkan bisa menciptakan rintisan usaha baru, sampai akhirnya bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

“Dengan begitu, masyarakat akan menjadi lebih produktif, dan memiliki ketrampilan yang sekiranya bisa menjadikan perekonomian dirinya semakin meningkat,” terangnya.

Tatik menjelaskan, PKW tersebut menggunakan pendekatan ‘4 in 1’, yang meliputi beberapa langkah. Dimana, diawali dengan identifikasi peluang usaha, lalu lanjut dengan pembelajaran kewirauasahaan dan ketrampilan. Setelah itu, diadakan evaluasi hasil pembelajaran, dan tidak berhenti disana, ada juga pendampingan dan perintisan usaha.

“Semoga saja, usai diadakan PKW, pesertanya semakin terbuka pemikirannya, dan bisa membuka usaha di kehidupan sehari-harinya,” terangnya. (peb)