PRESTASI: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, bersama Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, saat menerima laporan hasil pemeriksaan BPK RI dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), di Bandung, kemarin. Hasil ini, menjadi yang ke enam secara berturut buat Kota Depok.

 

PRESTASI: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, bersama Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, saat menerima laporan hasil pemeriksaan BPK RI dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), di Bandung, kemarin. Hasil ini, menjadi yang ke enam secara berturut buat Kota Depok.

RADAR DEPOK.COM  Hasil ini menjadi berkah Ramadan tersendiri bagi Kota Depok. Khususnya dalam hal pengelolaan keuangan. Kemarin, Kota Depok menerima laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat, dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), di Bandung.

Nah, yang menjadikannya hebat. Hasil ini merupakan yang ke enam secara berturut-turut. Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, mengaku senang dengan hasil yang diraih Kota Sejuta Maulid ini.

“Alhamdulillah sudah yang ke enam Depok memperoleh WTP,” ungkap Pradi kepada Radar Depok, sesaat usai menerima penghargaan tersebut.

Dari torehan ini, kata Pradi, tentu harus disyukuri. Dan tak lupa, dirinya menaruh apresiasi setingginya kepada Inspektorat Wilayah dan Badan Keuangan Daerah (BKD). Karena memang, pengelolaan keuangan daerah, tentu tak lepas dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini.

“Selain Depok, tadi saya catat, ada sejumlah wilayah lain yang memperoleh WTP. Diantaranya, Purwakarta, Kuningan, Sukabumi, Garut, Cirebon, Kabupaten Bogor, dan Sumedang,” terangnya.

Ia mengatakan, secara psikologis, hasil WTP ini, membuat dirinya tenang dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Dalam posisinya sebagai pemimpin Depok. “Audit BPK adalah audit keuangan pengunaan  anggaran dan kewajaran, dalam penyajian untuk menyusun laporan keuangan. Termasuk penatausahaan aset,” beber dia.

Adapun rencana ke depan, pihaknya akan menyikapi soal teknis penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kita kan tahu, bahwa para guru saat ini, dididik untuk mengajar, bukan mengurus administrasi keuangan (termasuk mengurus BOS). Maka ke depan, berharap ada regulasi yang dapat menempatkan ASN di TU sekolah, dengan basic yang sesuai,” tegas Pradi.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini menambahkan, setelah WTP diraih, kini Pemkot Depok fokus untuk meraih Piala Adipura, gelar prestisius yang belum juga mampir ke Depok. “Setelah ini (WTP) kami akan coba rebut Piala Adipura sebagai kota terbersih,” pungkasnya. (jun)