MENDENGARKAN ASPIRASI : Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Agustina Simajuntak saat mengelar reses di tahun kemarin. Foto: Dok Fraksi PDIP
MENDENGARKAN ASPIRASI : Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Agustina Simajuntak saat mengelar reses di tahun kemarin. Foto: Dok Fraksi PDIP

RADAR DEPOK.COM – Kepala Bidang Humas Sekretariat DPRD Kota Depok, Saifuddin Lubis, mengatakan bahwa pelaksanaan reses masa sidang III 2016-2017 anggota DPRD Kota Depok, akan dilaksanakan setelah Idul Fitri (Lebaran). Sebelumnya, reses direncanakan dimulai pada 5 Juni sampai 7 Juni.

“Dalam keputusan Badan Musyawarah (Bamus) pelaksanaan reses ada penundaan. Baru akan dilaksanakan setelah Ramadan,” kata Saifuddin, kepada Radar Depok, kemarin.

Adapun alasan penundaan reses, kata dia, karena anggota dewan ingin fokus menjalani ibadah puasa Ramadan. Nantinya pasca Ramadan, kembali akan digelar Bamus untuk memastikan waktu pasti reses.

“Tentunya setelah Ramadan ini, dibahas untuk direncanakan pelaksanaannya,” jelas dia.

Mantan Camat Beji ini menuturkan, untuk biaya reses Sekretariat DPRD Kota Depok menjatahkan Rp23 juta untuk tiap anggota dewan. Peruntukan biaya, guna keperluan sewa tenda dan konsumsi para konstituennya.

Anggaran sebesar itu, kata dia, maksimal untuk tamu undangan sebanyak 75 orang. “Kami hanya memfasilitasi saja,” katanya.

Kata dia, anggaran reses tidak langsung diberikan ke dewan. Melainkan dikelola oleh pihak ketiga untuk menyewa tenda dan konsumsi.

“Kegiatan akan dipertanggungjawabkan dengan membuat Laporan Penangung Jawaban (LPJ). Biasanya laporan LPJ reses lebih dari anggaran diberikan,” katanya.

Meski laporan reses melebihi anggaran yang ditetapkan, hal itu merupakan tanggungjawab dewan itu sendiri. Karena memang sudah dianggarkan sejak disahkan di Rapat Paripurna, setelah dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Depok. “Kami tidak menambahkan anggaran,” ucapnya.

Total anggota DPRD Kota Depok ada 50 orang. Jadi setiap reses dilaksanakan total anggaranya sebanyak Rp 1.150.000.000 per masa sidang reses. Sedangkan reses itu dilaksanakan tiga kali dalam setahun untuk itu anggaran reses dewan dalam setahun sebesar Rp 3.450.000.000. Diketahui bahwa dana tersebut belum dipotong pajak.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Agustina Simanjuntak, mengatakan reses bentuk giat menampung aspirasi masyarakat, sehingga tahu keinginan warga.

“Reses ini membuat peran warga membangun kota Depok, jadi tidak hanya dewan saja di dalamnya membangun kota ini,” kata Agustina.

Ia mengaku, tiap melaksanakan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) biasanya mereka (warga ) meminta sarana olahraga. Tapi, infrastruktur pun juga sudah pasti diajukan oleh warga.

“Reses ini kami akan maksimalkan dengan turun ke masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Supariono membenarkan dana reses sebesar Rp23 juta peranggota. “Dana itu hanya untuk sewa tenda dan konsumsi saja,” kata Supariono.

Dari dana reses itu, ia menilai bahwa anggaran tersebut bisa mencukupi dan juga tidak. Pasalnya ada beberapa dana reses yang tak terduga, misalkan ada konsituen yang jarak rumahnya jauh ke lokasi reses.

Kata dia, mau tidak mau ada penganti ongkos itu pun dari kocek kantong pribadi dewan. Belum lagi sambung dia, jumlah tamu undangan yang datang lebih dari 75 orang yang sudah dipastikan datang.

“Kebanyakan saat reses dewan banyak yang nombok,” ujarnya.

Ia menjekaskan pelaksaan reses merupakan tambahan dari Musrenbang yang belum diajukan.  “Intinya reses itu kan datangi konsituen untuk mengali aspirasi masyarakat apa yang dibetuhkan,” katanya.

Sedangkan Musrenbang itu suatu musyawarah lalu timbullah usulan para Ketua RT, RW dan LPM untuk pembangunan yang secara prioritas usulannya akan terealisasi.

“Beda sama reses,” tutupnya. (irw)