BERBURU TAKJIL : Sejumlah warga sedang membeli makanan untuk berbuka puasa di khawasan Jalan Merdeka Raya. Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Senin (5/6). Tempat tersebut menjadi lokasi favorit para warga yang akan membeli takjil untuk hidangan berbuka puasa. Foto:Ahmad Fachry/Radar Depok
BERBURU TAKJIL : Sejumlah warga sedang membeli makanan untuk berbuka puasa di khawasan Jalan Merdeka Raya. Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Senin (5/6). Tempat tersebut menjadi lokasi favorit para warga yang akan membeli takjil untuk hidangan berbuka puasa. Foto:Ahmad Fachry/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM , MEKARJAYA Apa yang menarik saat Ramadan ? Barang tentu makanan khas berbukanya. Biasa disebut Takjil. Makanannya cukup lumrah ditemui. Berisi jajanan pasar, mulai dari kue basah, minuman dingin, hingga lauk pauk.

Adapun yang menjadi khasnya lagi, ialah para pedagang ini menjualnya dengan tenda. Dadakan. Cuma muncul saat Ramadan. Ini yang bisa ditemui di sepanjang Jalan M. Yusuf, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya. Setiap harinya, lokasi ini ramai disinggahi pemburu takjil.

Luas jalan yang digunakan untuk berjualan, kurang lebih sekitar 100 meter. Tenda yang berjualan kurang lebih berjumlah 65 stand. Orang-orang yang berjualan hanya padat di sebelah kanan bahu jalan, kalau dari arah menuju Jalan Juanda. Sementara di seberangnya, dipergunakan untuk lahan parkir.

Arwan Ibrahim (31) pengurus penjualan takjil, yang sekaligus sebagai penjual asinan betawi ini, mengatakan bila jalanan ini mulai ramai pembeli dari pukul 15:30 WIB sampai menjelang waktu berbuka puasa, yaitu pada pukul 17:30 WIB.

“Setiap harinya selalu ramai. Ya Alhamdulillah rezeki,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Guna mengurangi kemacetan, Arwan mengarahkan pembeli yang menggunakan kendaraan motor atau mobil, untuk parkir di bahu jalan sebelah kiri yang menuju ke Jalan Juanda. Sehingga kegiatan berjualan dan kendaraan yang lewat menjadi kondusif.

“Penjualan takjil disini akan berjalan sampai hari terakhir puasa, atau sampai malam takbiran. Namun biasanya yang berjualan hanya sisa 10 stand saja,” tambahnya.

Ditanya keuntungan, Anwar mengaku tidak menentu. Syukur-syukur setiap hariya bisa menyentuh Rp100 ribu. “Rezeki buat Idul Fitri,” beber dia.

Sementara itu, seorang pembeli, Julia Amanda, mengaku sengaja datang jauh-jauh dari kediamannya di Kelurahan Abadijaya, untuk membeli lauk di lokasi tersebut.

Karena itu tadi. Selain bisa mencari menu berat, dirinya juga dapat memilih jenis penganan ringan buat berbuka dengan keluarga. “Warung tenda semacam ini sangat membantu sekali. Apalagi kalau saya tidak masak. Cukup beli disini. Menunya lengkap, dan cocok dengan lidah keluarga saya,” tandasnya. (mg1)