CEK KESEHATAN: Para lansia sedang dilakukan pengecekan kesehatan di Aula Kantor Kecamatan Bojongsari. Foto: Ade /Radar Depok.
yamaha-nmax
CEK KESEHATAN: Para lansia sedang dilakukan pengecekan kesehatan di Aula Kantor Kecamatan Bojongsari. Foto: Ade /Radar Depok.

RADAR DEPOK.COM, BOJONGSARI – Populasi lansia di Tanah Air kian meningkat setiap tahunnya. Menurut data Susenas 2015, jumlah lansia di Indonesia sebanyak 21,5 juta jiwa atau sekitar 8,43 persen dari seluruh penduduk Indonesia.

Artinya perhatian terhadap lansia harus ditingkatkan, karena tak sedikit lansia yang rentan terhadap penyakit. Hal ini menjadi masalah, karena meningkatnya populasi lansia tidak diiringi dengan kesehatan yang baik. Jadi, banyak di antara para lansia yang menghadapi berbagai penyakit pada sisa usianya, dan menjadi beban keluarga.

Belum lagi permasalahan biaya pengobatan yang harus dikeluarkan, tentu keadaan ini juga menjadi beban negara. Ketua Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kecamatan Bojongsari, Tubagus Adung Muhammad Sodiq mengatakan, tetap sehat dan produktif di usia lanjut, bukanlah suatu hal yang sulit. Dengan penerapan gaya hidup sehat, tentunya lansia bisa mendapatkan hidup yang berkualitas.

Baca Juga  Camat Bojongsari Bentuk Komunitas Bos King

Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan para lansia. Di antaranya memperbanyak makanan yang mengandung protein yang sumbernya berasal dari ikan dan telur ayam. Hal itu karena protein diperlukan untuk kebutuhan masa otot dan kekuatan otot, bukan hanya pada otot rangka, tapi juga pada otot jantung, dan lainnya.

“Keduanya sangat penting, karena masa otot dan kekuatan otot sangat diperlukan lansia agar bisa beraktivitas aktif dan mandiri,” kata Adung saat Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang diselenggarakan LLI Kecamatan Bojongsari dengan mengambil tema “Lansia Tangguh, Sehat, dan Istiqomah” kemarin. Tema ini dipilih untuk mendorong para lansia tetap sehat, aktif, dan produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari agar tetap bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga  Ratusan Warga Ramaikan Pawai Obor

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Bojongsari tersebut, dilanjutkan dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan para lansia dengan bekerja sama dengan UPT Puskesmas Bojongsari.

Para 50 lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut pun, disemangati agar meski telah berusia lanjut, jangan jadikan keadaan tersebut sebagai penghalang untuk tetap hidup aktif. Sebaliknya, lansia juga harus beraktivitas fisik dan jangan pernah berhenti bergerak. Aktivitas fisik ini, bisa dengan melakukan pekerjaan rumah dan olahraga rutin selama 30 menit sebanyak lima kali dalam satu pekan. Di samping itu, yang juga tak kalah penting adalah melatih otak.
“Melatih otak dan mempelajari hal-hal baru krusial peranannya, guna mengurangi pikun pada saat lansia. Kegiatan melatih otak bisa dilakukan dengan membaca, melukis, atau bahkan belajar masak. Jadi, tetap produktif, meski saat lansia sekali pun. Nah, untuk menghindari rasa kesepian, para lansia sebaiknya tetap bersosialisasi dengan lingkungan,” lanjutnya.

Baca Juga  Kelurahan Curug Fokus di Jalan Tembus

Tak hanya itu, Adung juga menyoroti terkait fasilitas publik di Kota Depok masih belum aman bagi para lansia. Salah satunya seperti fasilitas penyebrangan jalan. Menurutnya, penyebrangan di Kota Depok ini harus didesain agar aman bagi lansia mengingat Kota Depok sedang menuju ramah lansia.

“Seperti zebra cross, terus ada petugas-petugas di beberapa titik agar para lansia ini dapat rasa aman,” katanya. (ade)