PENEGAKAN Perda : Anggota Satpol PP saat memberikan surat peringatan kepada pemilik bangli di Situ Sawangan Kecamatan Sawangan, beberapa waktu lalu. Foto : Dicky/Radar Depok
PENEGAKAN Perda : Anggota Satpol PP saat memberikan surat peringatan kepada pemilik bangli di Situ Sawangan Kecamatan Sawangan, beberapa waktu lalu. Foto : Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Satuan penegak peraturan daerah (Perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, siap-siap meratakan 25 bangunan liar (Bangli) di Situ Bojongsari dan Pengasinan. Penertiban tersebut merujuk aturan perda No 16 Tahun 2012 dan Perda No18 Tahun 2003.

Kasat Pol PP Kota Depok,  Dudi Miraz Imaduddin mengatakan,  keberadaan bangli di Kota Depok menjadi salah satu perhatiannya. Saat ini,  pihaknya tengah mengawasi bangli di kawasan Situ Bojongsari dan Situ Pengasinan, Sawangan.

“Ada sekitar 25 bangli yang melanggar Perda Kota Depok sehingga perlu diberikan peringatan,” ujar Dudi kepada Radar Depok,  kemarin.

Dudi menjelaskan,  pemilik bangli yang berada di Situ Bojongsari dan Pengasinan telah diberikan Surat Peringatan ke dua.  Keberadaan bangli dianggap telah melanggar Perda No16 Tahun 2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum, serta Perda No18 Tahun 2003 tentang garis sempadan.

Tidak hanya itu saja,  keberadaan bangli di kedua situ tersebut telah melanggar Peraturan Menteri PUPR Nomor/28/PRT/M/2015 bahwa garis sempadan situ harus bebas dari bangunan kurang lebih 50 meter.

Sebelumnya,  lanjut Dudi Satpol PP Kota Depok telah menertibkan bangli yang berada di Jalan Juanda. Ratusan bangli tersebut berada diatas lahan negara atau berada di jalur pipa gas,  yang seharusnya tidak boleh berdiri bangunan. Sebelum penertiban, pihaknya selalu melakukan pendekatan terlebih dahulu. Hal itu merupakan salah satu cara humanis Satpol dalam melakukan pendekatan kepada pemilik bangli.

“Kami telah mengarahkan pemilik bangunan untuk membongkar sendiri,” ucap Dudi.

Sementara itu,  Kasi Dalops Tranmastibum Satpol PP Kota Depok,  Agus Muhammad menuturkan,  sejumlah bangli yang berada di sejumlah Situ di Kota Depok kerap membangun dengan melanggar Garis Sempadan,  begitu juga yang terjadi di Situ Pengasinan dan Bojongsari.  Satpol PP Kota Depok telah meminta kepada pemilik bangli guna memundurkan bangunannya sehingga tidak melanggar ketentuan dan peraturan yang telah di tetapkan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap bangli di Kota Depok, ” tutup Agus. (dic)