BERHASIL: Petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok menunjukan biawak yang dievakuasi dari sumur warga di Jalan Pedurenan, RT05/01 Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, kemarin. Foto : Ricky/Radar Depok
BERHASIL: Petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok menunjukan biawak yang dievakuasi dari sumur warga di Jalan Pedurenan, RT05/01 Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, kemarin. Foto : Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM, CIMANGGIS – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok melakukan evakuasi biawak yang masuk ke salah satu sumur warga sedalam 17 meter, di Jalan Pedurenan, RT05/01 Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, kemarin.

Informasi dari pemilik rumah, Jefri, biawak tersebut diketahui masuk beberapa waktu lalu, usai mengejar kucing di sekitar rumahnya.

“Awalnya (biawak) mengejar kucing. Sumur itu padahal ditutup, karena ada celah, jadi masuk. Di sini pun tidak ada kali atau rawa, saya tidak tahu datangnya dari mana,” kata Jefri kepada Radar Depok.

Lantaran kedalaman sumur sekitar 17 meter dan biawak termasuk hewan agresif, Jefri akhirnya meminta bantuan kepada Damkar untuk mengevakuasi hewan jenis reptil tersebut.

“Takutnya biawak itu mati, karena tidak ada sumber makanan di sumur. Kalau jadi bangkai dan bau kita juga yang repot. Jadi sebelum mati saya hubungi Damkar,” terang Jefri.

Kepala UPT Damkar dan Penyelamatan Kecamatan Cimanggis, Haryanto mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya langsung mengirim personil di bantu tim rescue dari Mako Kembang.

“Damkar mengirim Unit Ranger Mako, 9 Personil Rescue Mako dan 3 Personil UPT Cimanggis,” kata Haryanto didampingi Danru B UPT Damkar dan Penyelamatan Kecamatan Cimanggis, Namin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari anggotanya, saat evakuasi mengalami kendala karena kedalaman sumur yang mencapai 17 meter dan hewan tersebut sudah membuat sarang 20 centimeter di atas permukaan air sumur.

“Biawaknya sudah membuat sarang, dengan membuat lubang lurus dan menanjak, itu yg menyebabkan sulitnya menangkap biawak tersebut,” kata Haryanto.

Namun, berkat pembekalan keterampilan di bidang rescue dan kesabaran anggotanya, akhirnya biawak tersebut berhasil dievakuasi Damkar sekitar pukul 14.00. “Tiba di TKP pukul 09:35 dan selesainya 14:00,” papar Haryanto.

Seiring adanya perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), kata Haryanto, Damkar tidak hanya melakukan penanganan bencana kebakaran, tetapi bencana lainnya. Sehingga personil saat ini dibekali dengan kemampuan dan alat penyelamatan. “Ketika ada apapun, jangan sungkan untuk menghubungi kami,” ucap Haryanto. (cky)