BERCOCOK TANAM: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna didampingi Lurah Cipas, Cahyanto dan LPM PGS, Anggoro melihat pohon mangga di salah satu toko tanaman bernama Tani Subur Makmur di Jalan Radar Auri, Kecamatan Cimanggis. Foto : Ricky/Radar Depok
BERCOCOK TANAM: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna didampingi Lurah Cipas, Cahyanto dan LPM PGS, Anggoro melihat pohon mangga di salah satu toko tanaman bernama Tani Subur Makmur di Jalan Radar Auri, Kecamatan Cimanggis. Foto : Ricky/Radar Depok

Sudah menjadi ciri khas Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna dalam tiap kegiatan selalu menyempatkan diri menyapa warga, membeli oleh-oleh dan melihat lingkungan sekitar tempat kegiatan. Seperti saat menghadiri Mancing Mania 3 Situ Gadog, Pradi sampai memborong pohon mangga Thailand di salah satu toko tanaman bernama Tani Subur Makmur di Jalan Radar Auri, Kecamatan Cimanggis.

Laporan: Ricky Juliansyah/Radar Depok

Selesai merilis ikan untuk lomba mancing yang digagas Pokja Situ Gadog, Pradi pun kembali menuju panggung utama bersama panitia.

Namun, Wakil Walikota yang juga baru menghadiri agenda di Jakarta itu tidak lantas buru-buru ke tempat tujuan. Begitu melihat ada toko tanaman, ia langsung masuk ke dalam.

Pemilik toko pun menyalakan lampu, agar barang dagangannya dapat terlihat lebih jelas. Setelah berbincang, Pradi membeli pupuk organik, beberapa bibit tanaman dan gunting untuk memangkas ranting pohon.

“Saya memang senang bercocok tanam, ini saya beli untuk di rumah,” kata Pradi sambil melihat-lihat bibit tanaman di etalase.

Ketika melihat jendela, mata Pradi yang mengenakan kacamata ini pun tertuju pada pohon mangga, di mana terdapat buahnya yang besar. Belakangan, sang pemilik toko memperkenalkan jenis itu bernama mangga Kio Jay yang berasal dari Thailand.

Menurut Pradi, pohon itu memiliki ilmu ikhlas yang harus ditiru oleh setiap manusia. Mulai dari akar yang tidak terlihat karena tertutup tanah, tetapi terus menyuplai makanan untuk batang dan daunnya, kemudian pohon mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Batangnya pun kerap dijadikan suatu produk oleh manusia.

Kata dia, berbuat baik tidak harus diketahui orang lain. Begitu juga ketika sedang bekerja atau berkarya, orang lain tak perlu mengetahui seberapa kerasnya berusaha.

“Ini juga berkaitan dengan keikhlasan seseorang dalam menjalani sebuah aktivitas. Deadline pekerjaan yang menumpuk bisa membuat pusing kepala bila dikerjakan dengan beban. Tapi kalau ikhlas akan terasa ringan,” ujar Pradi.

Sudah sepantasnya orang yang berakal berkelana dengan pikirannya, merenungkan nikmat dan karunia itu. Dengan begitu, orang dapat mengerti tujuan, apa hakikatnya untuk apa diciptakan, kenapa disediakan, dan apa yang dituntut darinya terhadap nikmat-nikmat ini.

“Jadi, mengingat-ingat karunia dan nikmat Allah atas hamba-hamba-Nya adalah sebab kebahagiaan dan keberuntungan. Karena hal itu makin menambah cinta, syukur, taat, dan kesadaran akan kurangnya melaksanakan kewajiban kepada Allah,” ucap Pradi.

Setelah selesai, Pradi yang memang dikenal tidak jaim meminta pisau kepada panitia, dan mengupas sendiri mangga yang baru dipetik tadi serta membagikan kepada orang-orang yang berada di dekatnya. (*)