PEMBELAJARAN: Budayawan Sunda, Taufik Faturahman sedang menyampaikan materi dalam acara seminar sehari yang diadakan MGMP/KKG Bahasa Sunda di SMAN 1 Depok, (28/8). Foto : Pebri/Radar Depok
PEMBELAJARAN: Budayawan Sunda, Taufik Faturahman sedang menyampaikan materi dalam acara seminar sehari yang diadakan MGMP/KKG Bahasa Sunda di SMAN 1 Depok, (28/8). Foto : Pebri/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Bahasa Sunda menjadi salah satu ciri khas masyarakat Jawa Barat. Kota Depok yang merupakan bagian dari wilayah Pasundan, tentu memiliki kewajiban untuk melestarikan bahasa Sunda, salah satunya dengan cara mengajarkan ke generasi berikutnya. Hal ini yang menjadi tugas dari guru-guru di sekolah, dalam memberikan pendidikan tentang bahasa Sunda kepada siswa yang merupakan generasi bangsa.

Oleh karena itu, MGMP/KKG Bahasa Sunda SD/Mi, SMP/MTs, SMA/SMK/MA mengumpulkan guru-guru bahasa Sunda di Kota Depok, untuk mengikuti seminar sehari yang bertemakan ‘Ngajarkeun Basa Sunda Bari Gembira’. Jadi, guru-guru diberikan metode pembelajaran bahasa Sunda untuk siswa, dengan cara yang menyenangkan.

“Dengan cara yang menyenangkan, tentunya akan lebih mudah dicerna oleh siswanya. Misalnya diselipkan dengan hiburan dan komedi saat menyampaikan pembelajaran di kelas,” ucap Ketua Panitia Seminar Sehari, Anita Rohani kepada Radar Depok.

Anit menjelaskan, tidak hanya sekedar itu saja, tetapi dalam seminar yang diikuti 114 guru dari berbagai jenjang pendidikan tersebut, juga disampaikan materi tentang bagaimana mengajarkan bahasa Sunda dengan memanfaatkan teknologi. Karena, kecanggihan teknologi sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari, baik guru ataupun siswa. Oleh karena itu, perlu ada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Tidak semua guru bisa memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Oleh karena itu, perlu ada pengenalan tentang pentingnya penggunaan teknologi kepada guru untuk membantunya dalam melakukan proses pembelajaran,” jelasnya.

Dalam seminar tersebut, yang menjadi pemateri adalah Sastrawan bahasa Sunda yang ahli ilmu teknologi dan juga sebagai penanggungjawab digitalisasi kamus bahasa Sunda, Dadang Sutisna. Pemateri yang satunya lagi, adalah Budayawan Sunda, Taufik Faturahman. (peb)