AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK MELAKUKAN TRANSAKSI :Wargasedangmelakukantransaksi di salahsatuAnjunganTunaiMandiri (ATM) di kawasanSukmajaya, kemarin (28/8).
MELAKUKAN TRANSAKSI :Wargasedangmelakukantransaksi di salahsatuAnjunganTunaiMandiri (ATM) di kawasanSukmajaya, kemarin (28/8). Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Gangguan terhadap satelit Telkom 1, cukup berdampak pada aktivitas di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan di Indonesia. Bahkan berdasarkan informasi ada 8.800 ATM bank besar yang terdampak gangguan satelit ini.

Paling banyak terjadi gangguan di gerai BCA, mencapai 5.000 ATM dan 100 kantor kas. Disusul ATM Mandiri, sebanyak 2.000 ATM dari total 17.695 ATM. Sedangkan BNI mencatat jumlah gangguan ATM sebanyak 1.500 dari total 16.000 ATM. Dan BRI terdampak gangguan satelit hanya 300 ATM dari total 20.000 ATM. Relatif tidak terganggunya ATM BRI ini karena bank ATM bank berkode BBRI ini sebagian besar sudah menggunakan satelit sendiri yaitu BRISat.

Gangguan juga berdampak pada para nasabah bank di Kota Depok yang akan mengambil uangnya di ATM. Warga Kelurahan Mekarjaya, Khofifah mengaku khawatir terhadap adanya gangguan satelit yang mengakibatkan ia kesulitan bertransaksi di ATM.

“Mau ngambil uang gaji dari perusahaan yang ditransfer ke ATM BCA, Sabtu (26/8) malam. Tapi nggak bisa narik uangnya di mesin ATM. Gangguan sistem atau apa saya kurang tahu,” kata Khofifah kepada Radar Depok, Senin (28/8).

Khofifah menjelaskan, akibat terganggunya pelayanan ATM dia harus mencari mesin ATM dari bank swasta lain yang memiliki logo ATM Bersama, yang tidak mengalami gangguan. Dia berharap, gangguan yang terjadi pada Satelit Telkom-1 segera teratasi.

Senada dilontarkan Ruslan warga Kelurahan Rangkepanjaya. Ruslan mengatakan, sejak tidak berfungsinya ATM Bank Mandiri, sudah dua kali dia melakukan penarikan melalui mesin ATM bank lain yang tidak terdampak gangguan satelit. “Kalau penarikan uang menggunakan mesin ATM bank lain saya terkena potongan,” terang Ruslan.

Ruslan menuturkan, hampir setiap hari dia selalu melakukan penarikan tunai melalu ATM. Guna menghindari banyaknya potongan apabila melakukan penarikan dari mesin ATM lain, dia telah melakukan penarikan uang dengan jumlah cukup banyak untuk memenuhi keperluannya.

Terpisah, Kapala cabang Bank Negara Indonesia (BNI) KC Universitas Indonesia Depok, Hery Prijanto mengaku, adanya gangguan satelit Telkom 1 berdampak terhadap jaringan komunikasi sebagian dari outlet dan ATM. Namun, pihaknya akan tetap memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat. “Untuk unit kami yang terganggu di wilayah Ciganjur,” terang Hery.

Hery menjelaskan, guna tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, BNI telah mengambil langkah guna memudahkan transaksi terhadap masyarakat. Di antaranya, mengerahkan BNI Layanan Gerak (BLG) atau mobil yang didesain guna memberikan pelayanan perbankan secara mobile, dan mengarahkan nasabah outlet-outlet yang terganggu jaringan komunikasinya ke outlet terdekat yang tidak mengalami gangguan.

Selain itu, seperti dilansir BNI pusat, sambung Hery BNI memiliki sekitar 17.000 mesin ATM. ATM yang terkena dampak dari gangguan satelit mencapai sekitar 1.500. Tidak hanya itu, dari sekitar 2.000 outlet, 51 outlet terkena dampak gangguan.

“Pada ATM yang mungkin mengalami lonjakan transaksi akan di-back up ATM lainnya,” terang Hery.

Hery meminta, kepada nasabah BNI dapat menggunakan fasilitas electronic channel, yaitu internet banking dan mobile banking, selain penggunaan ATM. Dengan begitu, nasabah tetap dapat terlayani dalam pelayanan BNI secara optimal. (dic)