TERPAMPANG : Spanduk penolakan SSA dipasang dip agar pasar Depok Jaya. Foto : Indra/Radar Depok
TERPAMPANG : Spanduk penolakan SSA dipasang dip agar pasar Depok Jaya. Foto : Indra/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Pemkot Depok diminta jangan egois dalam menerapkan Sistem Satu Arah (SSA). Baru sebulan diujicoba pedagang dan Pasar Depok Jaya mengalami penurunan ekonomi yang drastis. Tak ayal, ratusan pedagang mencari nafkah itu terancam gulung tikar.

Seorang pedagang kain di lantai 1 Pasar Depok Jaya, Darmawi mengatakan, sejak diujicobanya SSA di Jalan Nusantara Raya, daganganya menjadi sepi pembeli dan mengakibatkan merosotnya pendapatan. Hal ini membuatnya sangat khawatir terkait masa depan usahanya di pasar. “Pelanggan saya yang dari Sawangan jadi malas kesini, karena jarak tempuhnya jauh. Kalau benar diterapkan akan gulung tikar semua pedagang,“ keluhnya.

Senada dengan Darmawi, Tri (50) pedagang jam tangan yang tak jauh dari lapak Darmawi menuturkan, SSA ini sangat membawa pengaruh buruk bagi usahanya. Sebab sewaktu masih diberlakukan dua arah di Jalan Nusantara, pelangganya sangat banyak. Apalagi yang berasal dari Sawangan. “Saya tidak setuju SSA dipermanenkan, menimbulkan bahaya juga dijalanan” ucap Tri.

Sementara itu, Atafsil (50), Pedagang makanan menyebutkan, pengunjung pasar semakin berkurang akibat sulitnya akses menuju Pasar Depok Jaya, terutama para pengguna angkutan umum dan pengguna mobil pribadi. “Rata–rata pedagang disini maunya SSA dibatalin,“ ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Pasar Depok Jaya, Abdul Wahab menegaskan, keberadaan SSA di Jalan Nusantara sangat tidak tepat, sebab banyak masyarakat yang dirugikan dengan keberadaan SSA tersebut.  Kerugian itu menurutnya mulai dari ekonomi maupun disisi keamanan berlalulintas. Sebab sudah banyak terjadi kecelakaan disana.

“Saya rasa lebih baik batalkan saja, saya selaku pengelola Pasar Depok Jaya memandang kebijakan ini bukan bijakan yang pro rakyat, bahkan banyak yang menduga SSA hanya untuk menguntungkan pengusaha besar,“ ucap Abdul.

Abdul Wahab juga berpesan kepada Pemkot Depok, agar mendengarkan keluhan merka. Sudah banyak kerugian yang ditimbulkan oleh SSA tersebut seperti, omset pedagang menurun drastis. “Saya berharap para penguasa mendengar keluhan mayoritas masyarakat sebelum persoalan ini semakin meruncing,” tutup Abdul.

Pantauan Radar Depok dilapangan, lebih tepatnya di Jalan Arif Rahman Hakim spanduk penolakan semakin banyak, begitu juga di Jalan Nusnatara Raya. Semntara di depan Pasar Depok Jaya terbentak spanduk seluruh pedagang menolak adanya SSA. Sore kemarin juga, SSA yang tadinya mau mengurai kemacetan malah terjadi macet total di Jalan Dewi Sartika. Pengedara harus mengerem dan menarik gas tersendat-sendat.(cr1)