Febrina/Radar Depok LATIH : Ratusan kader pkk saat mengikuti pelatihan mendongeng.
LATIH : Ratusan kader pkk saat mengikuti pelatihan mendongeng. Foto : Febrina/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Predikat Kota Layak Anak (KLA) yang disematkan pemerintah pusat kepada Kota Depok, terus dijaga kualitasnya. Selain dengan menambah fasilitas ramah anak di ruang publik, kaderisasi pendongeng juga terus disiapkan agar psikologis anak tumbuh secara sehat.

Kaderisasi pendongeng tersebut dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok. Lewat pelatihan mendongeng, Diskarpus melibatkan guru, kader PKK dan remaja untuk terlibat langsung membentuk karakteristik anak di Kota Depok.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, Siti Chaerijah mengatakan, pelatihan ini bertujuan agar bisa membantu pembentukan karakter anak-anak dan masyarakat dengan cara mendongeng. Tentunya, pelatihan mendongeng ini keterkaitannya untuk membangun karakteristik serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam budaya mendongeng. “guru akan mendapatkan banyak manfaat dalam menanamkan pesan moral kepada murid lewat dongeng,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida menuturkan, kader pkk juga diikutsertakan dalam pelatihan mendongeng. Tujuannya untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan para kader TP PKK agar budaya mendongeng dapat terus dilestarikan. “Di era globalisasi seperti sekarang yang semakin lama semakin diwarnai dengan kemajuan teknologi, jangan sampai dongeng semakin pupus dan terlupakan,” tutur Elly.

Dengan adanya pelatihan tersebut, kader PKK bisa menerapkan apa yang mereka dapat di lingkungan masyarakat dan keluarga. Sehingga dongeng yang merupakan salah satu kearifan lokal dapat terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman.

“Kami berharap dengan pelatihan seperti ini bisa melahirkan bibit-bibit unggul, khususnya dalam mendongeng yang nantinya akan dijadikan duta dongeng. Mereka akan membantu program-program yang ada seperti Posyandu dan Pos PAUD,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Mendongeng, Diah Anggraeni menyebutkan, jumlah peserta pelatihan tersebut sebanyak 300 orang yang berasal dari kader TP PKK Kota Depok. Mulai dari Kader Posyandu, kader Pos PAUD, Pos Pembinaan Terpadu ( Posbindu), Kader Bina Keluarga Balita (BKB),  Kelompok Kerja (Pokja), hingga peserta dari masyarakat umum.

“Peserta yang hadir tidak hanya para kader PKK saja, tapi ada juga peserta umum sebanyak 50 orang yang juga ikut dalam pelatihan ini. Mereka mendaftar melalui ponsel,” katanya.

Pelatihan ini akan memberikan pembelajaran kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kota Depok untuk membantu program Depok Ramah Anak, sekaligus menghidupkan taman baca melalui kegiatan bercerita untuk anak-anak di lingkungannya. “Saat ini dongeng sudah mulai hilang, anak-anak lebih suka bermain gadget. Makanya kami mengajak masyarakat untuk menghidupkan budaya mendongeng,” tuturnya.

Dieni menambahkan, dengan diselenggarakannya pelatihan mendongeng orang tua dapat lebih dekat dengan anak-anaknya, sehingga tumbuh rasa percaya diri anak.

“Dengan mendongeng orang tua bisa menyampaikan pesan-pesan yang baik kepada anaknya,” tutup Dieni.(ina)