SIAP: Lurah Duren Mekar, Ujang Solahudin (Kedua Kiri), Kanit Bintibmas Sat Binmas Polresta Depok, AKP Elly Padiansari (Ketiga kiri), Ketua LPM Kelurahan Duren Mekar, Kahfi serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Duren Mekar berfoto didepan banner tolak Radikalisme dan anti pancasila. Foto : Ade/Radar Depok
SIAP: Lurah Duren Mekar, Ujang Solahudin (Kedua Kiri), Kanit Bintibmas Sat Binmas Polresta Depok, AKP Elly Padiansari (Ketiga kiri), Ketua LPM Kelurahan Duren Mekar, Kahfi serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Duren Mekar berfoto didepan banner tolak Radikalisme dan anti pancasila. Foto : Ade/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM, BOJONGSARI – Isu perpecahan dan paham radikalisme yang sedang berkembang, memberikan rasa khawatir bagi masyarakat. Konflik antar suku, golongan, ras dan budaya merupakan imbas dari hal tersebut.

Guna menanggulangi hal tersebut, Kepolisian Resort Kota Depok (Polresta Depok) melalui polsek yang tersebar di Kota Depok memajang banner berisi himbauan menolak paham radikalisme dan anti pancasila, salah satunya Polsek Sawangan.

Titik lokasi yang dipasang banner tersebut di Kelurahan Duren Mekar, tepatnya di depan kantor kelurahan setempat.

Kanit Binmas Polsek Sawangan, AKP Mariana mengatakan, banner tersebut merupakan satu dari delapan Quick Wins Polri yang tertuang pada poin pertama, yakni penertiban dan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila.

“Pemasangan banner merupakan program Polresta Depok, yang merupakan turunan dari Quick Wins Kapolri, di wilayah Kelurahan Duren Mekar,” katanya kepada Radar Depok.

Mantan Kasium Polresta Depok tersebut, mengatakan pemasangan banner juga didampingi dengan Kanit Bintibmas Sat Binmas Polresta Depok, AKP Elly Padiansari. “Banner tersebut, tertulis jika ada paham radikal dan anti pancasila, agar dilaporkan melalui Bhabinkamtibmas maupun program Hallo Polisi,” beber Mariana.

Lurah Duren Mekar, Ujang Solahudin mengatakan, dirinya mengapresiasi tindakan yang diambil pihak kepolisian, mengingat saat ini paham radikalisme dan anti Pancasila menjadi isu yang banyak beredar di masyarakat.

“Hindari juga konflik antar saudara dengan mengatas namakan, paham, suku, ras, golongan dan budaya,” pungkasnya. (ade)