FOTO: ILUSTRASI
FOTO: ILUSTRASI

RADAR DEPOK.COM  Kota Depok menerapkan sistem full day school. Meski memang, saat ini masih dalam taraf percobaan. Ada 11 sekolah dasar (SD) yang dipilih sebagai pilot project. Adapun kebijakan ini, meneruskan amanat dari Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang full day school.

“Sudah diterapkan di 11 sekolah. Jadi satu kecamatan, satu sekolah. Masih uji coba dulu,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin kepada Radar Depok.

Penerapan uji coba full day school, kata Thamrin, dilakukan selama satu tahun ke depan. Setelah itu, baru diterapkan definitif.

Thamrin mengatakan, penunjukan 11 sekolah dalam uji coba, disesuaikan dengan infrastruktur dan tenaga pengajar sekolah tersebut. “Memang masih ada yang kurang, terutama ruang kegiatan belajar (RKB) di tiap sekolah. Ini akan kalau full day diterapkan semua siswa harus masuk pagi semuanya,” kata dia.

Lebih lanjut, jelas dia, program full day school konotasinya adalah siswa belajar hanya lima hari. Sabtu libur. Jam belajar tetap normal, dari pukul 07:00 WIB sampai 13:00 WIB.

“Sedangkan sisa waktu hingga sore, diisi dengan kegiatan ekstrakulikuler,” bebernya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Depok, Hafid Nasir mengatakan, full day school kebijakan pusat untuk itu harus dipersiapkan oleh pemerintah daerah. Begitu juga di Kota Depok.

“Saya mendukung Disdik Depok telah uji coba full day ini di sekolah  tiap kecamatan,” kata Hafid.

Kebijakan dari pusat, kata dia, harus dipersiapkan matang oleh Disdik. Tentunya untuk menunjang programnya berjalan baik. “Persiapan harus ada, seperti tenaga pengajar dan RKB ditambah,” kata Politikus PKS itu.

Prihal, program full day school yang mengarah ke dukungan program Perda Ketahanan Keluarga, menurut dia, cukup baik. Sebab, anak lebih banyak waktunya dengan orangtua, sehingga dua program ini berjalan di Kota Depok.

“Tidak efektif siswa belajar dari pagi sampai sore,” kata dia. (irw)