OPERASI : Satlantas Polresta Depok saat melaksanakan operasi kendaraan di Jalan Raya Margonda, kemarin. Foto : Dicky/Radar Depok
OPERASI : Satlantas Polresta Depok saat melaksanakan operasi kendaraan di Jalan Raya Margonda, kemarin. Foto : Dicky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Budaya tertib berlalu lintas terus digalakkan Polresta Depok. Berdasarkan catatan polisi sehari di Kota Depok terdapat 100 pengendaraan masih melanggar. Nah kemarin, sedikitnya 20 pengemudi Angkutan Kota (angkot) diberikan teguran, dalam operasi kendaraan yang digelar Satlantas Polresta Depok.

Kasatlantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan, masih ada sejumlah angkot yang tengah ngetem menunggu penumpang, tanpa mengindahkan arus lalu lintas di Jalan Raya Margonda. Hal itu, biasa terjadi saat jam berangkat kerja, sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. “Ada 20 supir angkot yang ditertibkan anggota kami dengan diberikan teguran,” ujar Sutomo kepada Radar Depok, kemarin.

Sutomo menjelaskan, guna meminimalisir titik kemacetan lalu lintas di Kota Depok, pihaknya akan menurunkan 30 mitra Polri. Titik simpul rawan kemacetan itu seperti, Jalan Raya Sawangan, Juanda, dan Margonda. Umumnya mitra kepolisian dalam membantu lalu lintas berasal dari ketua RT dan RW, serta pak Ogah. Tidak hanya itu, pihaknya melaksanakan operasi kendaraan, guna memberikan kesadaran terhadap tertib lalu lintas.

Kasubnit I Turjawali Lantas Polresta Depok, Ipda Sunyoto mengungkapkan, operasi kendaraan yang dilakukan Satlantas Polresta Depok lebih menitik beratkan dalam meningkatkan budaya lalu lintas. Dia melihat, masih banyak ditemukan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara sepeda motor.

“Kalau dihitung rata-rata ada 100 pelanggaran disetiap harinya,” terang Sunyoto.

Sunyoto menuturkan, operasi kendaraan selain menertibkan pengendara guna mematuhi peraturan lalu lintas, operasi tersebut dilakukan guna meminimalisir terjadinya tindakan pencurian kendaraan bermotor. Dari operasi kendaraan yang dilakukan Satlantas Polresta Depok, masih ada ditemukan sejumlah kendaraan yang tidak melengkapi surat kendaraan, tidak memiliki sim, maupun menggunakan knalpot yang tidak sesuai standarnya.

Sunyoto mengatakan, apabila ditemukan pelanggaran Satlantas Polresta Depok akan memberikan sanksi berupa penilangan. Menurutnya, operasi yang dilakukan Satlantas Polresta Depok selain berupaya mengingatkan masyarakat guna mentaati peraturan berlalu lintas, operasi tersebut untuk kepentingan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam berkendara.(dic)