RICKY/RADAR DEPOK AKSI: Koordinator dan pengurus FKH Kota Depok selepas mencabut banner yang dipaku di pohon sekitar Jalan Kalimulya, Kecamatan Cilodong.
RICKY/RADAR DEPOK
AKSI: Koordinator dan pengurus FKH Kota Depok selepas mencabut banner yang dipaku di pohon sekitar Jalan Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

DEPOK – Maraknya aksi pemakuan pepohonan di seluruh wilayah se-Kota Depok saat ini, baik oleh simpatisan bakal calon kepala daerah maupun ajang promosi berbagai produk, membuat aktivis lingkungan gerah. Hari ini, mereka berencana menggelar ‘bersih-bersih’.

Koordinator FKH Kota Depok, Heri Syaefudin menjelaskan, kegiatan yang akan dilakukan (hari ini) sebagai tindaklanjuti aksi yang dilakukan Senin (25/9).

“Kami akan melakukan dengan skala besar, karena melibatkan aktivis lingkungan hidup dan stakeholder Kota Hijau se-Depok,” kata Heri kepada Radar Depok.

Aksi tersebut, kata Heri, merupakan jawaban dan sebagai solusi terhadap maraknya pemakuan yang dilakukan oknum yang tidak mengerti akan penyelamatan lingkungan hidup, dimana juga melibatkan Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)

“Aksinya akan dilaksanakan mulai pukul 08:00 WIB – 11:00 WIB, lokasinya kemungkinan di Jalan Juanda,” terangnya.

Ia mengharapkan agar aksi brutal terhadap pohon tersebut tidak terulang lagi. Karena, pemakuan di pohon dapat mengganggu pertumbuhan pohon tersebut.

“Pohon tidak bisa ngomong saja. Jika dibiarkan bisa mengganggu pertumbuhannya,” bebernya.

Selain itu, dengan mengikat pakai kawat, pohon yang semakin lama tumbuh besar akan tercekik dan juga mengganggu pertumbuhannya, bahkan jika kawatnya kuat, pohonnya kelamaan akan patah.

“Urusan hidup kita, jangan menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah selalu. Tapi harus ada lapisan-lapisan di masyarakat yang jga bergerak. Itu akan lebih maksimal pengawasan dan perlindungannya,” ucap Heri. (cky)