IRWAN/RADAR DEPOK MENERTIBKAN : Satpol PP Kota Depok tengah menertibkan bangli di salah satu jalan di Kota Depok.
IRWAN/RADAR DEPOK
MENERTIBKAN : Satpol PP Kota Depok tengah menertibkan bangli di salah satu jalan di Kota Depok.

DEPOK-Korps penegak perda ultimatum puluhan bangunan liar (Bangli) dam pedagang kaki lima (PKL), di sepanjang Jalan Raya Bogor. Pembokaran tersebut dinilai melanggar aturan lantaran berdiri, di bantaran Kali Baru serta memakan pedestrian jalan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Depok, Dudi Miraz mengungkapkan, keberadaan bangunan liar dan lapak PKL di sisi Jalan Raya Bogor, melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

“Sudah layangkan surat peringatan pertama minggu kemarin. Kami meminta kepada pemilik lapak serta bangunan liar untuk sukarela membongkar bangunannya,” tutur Dudi kepada Radar Depok, kemarin.

Jika tak diindahkan, sambung Dudi pihaknya bersama tim penertiban terpadu akan membongkar paksa. Namun, pihaknya akan melayangkan surat peringatan kedua dan ketiga terlebih dahulu, baru surat perintah bongkar. “Kalau masih tidak dibongkar juga, maka dengan amat terpaksa bangunan tersebut akan kita bongkar paksa,” ungkapnya.

Nantinya, lahan bekas bangunan liar di lokasi itu akan dijadikan lahan terbuka hijau sebagai salah satu solusi pencegah banjir.

Ia menambahkan, bangunan dan lapak liar di Jalan Raya Bogor, di Kelurahan Jatijajar dan Kelurahan Cilangkap di Tapos ini sudah beberapa kali ditertibkan Satpol PP Kota Depok. Tapi, tetap mereka kembali mendirikan bangunan dan lapak  beberapa bulan belakangan. “Untuk itu kami akan bersikap tegas,” tutup Dudi. (irw)