KOMPAK: Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama jajaran DPRD Kota Depok, usai melangsungkan seremonial pemotongan tumpeng perayaan HUT ke-18 DPRD Kota Depok, kemarin. Foto:Junior/Radar Depok
KOMPAK: Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama jajaran DPRD Kota Depok, usai melangsungkan seremonial pemotongan tumpeng perayaan HUT ke-18 DPRD Kota Depok, kemarin. Foto:Junior/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM  DPRD Kota Depok genap berusia 18 tahun. Kemarin, digelar Rapat Paripurna istimewa untuk merayakan hari jadi tersebut. Hadir seluruh anggota dewan, termasuk Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Supariyono merasa masih ada yang mengganjal di usia DPRD yang ke-18. Kata dia, sampai saat ini belum ada standar kinerja bagi DPRD Kota Depok. Sehingga, tidak ada yang bisa menilai keberhasilan atau kegagalan para wakil rakyat ini.

“Kami di dewan butuh adanya standar kinerja. Penting untuk melihat keberhasilan atau kegagalan. Bisa jadi bahan evaluasi,” ungkap Supariyono.

Dikatakannya, hal ini ternyata tak hanya terjadi di Kota Depok. Sebab di Indonesia, memang belum ada standar kinerja bagi jajaran DPRD. Makanya, ia meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku pembina DPRD, bisa menelurkan program terkait ini. “Saya minta Kemenfagri bisa merumuskannya,” jelas Anggota Fraksi PKS tersebut.

Lebih jauh, kata dia, selama ini standar kinerja yang dilakukan DPRD Kota Depok masih sangat subjektif. Caranya, membandingkan kinerja dengan jajaran dewan sebelumnya, atau dengan DPRD kota/kabupaten lain.

“Tetap saja menurut saya sangat subjektif,” katanya.

Ia menuturkan, standar kinerja ini perlu dimiliki anggota dewan. “Saya ingin tahu, apakah Depok nilainya lima atau 10. Tak adanya standar kinerja ini, membuat sulit buat kami untuk membuat laporan,” beber wakil rakyat dari Sukmajaya.

Bicara kinerja, sambungnya, sampai saat ini DPRD Kota Depok sudah menelurkan sebanyak 182 Perda. Rata-rata, 10 Perda setiap tahunnya.

“Perda sifatnya kebutuhan. Tak jadi ukuran standar keberhasilan,” tukasnya.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menilai bila kinerja DPRD Kota Depok sudah baik. Dalam artian, memberi masukan, saran, dan kritikan kepada Pemkot Depok untuk meningkatkan pelayanan kepada warga.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini menuturkan, harmonisasi antara Pemkot Depok dan DPRD Kota Depok sudah lancar. Dewan, kata dia, lewat aspirasinya sudah sangat baik dalam merangkul kemauan warga. Selanjutnya, bersama pemkot mencarikan jalan keluar. “Saya ucapkan selamat ulang tahun. Terus berjaya,” pungkasnya. (jun)