IST ILMU: Anggota Kelompok Wanita Tani ( KWT) Delima mengikuti pelatihan cocok tanan yang diselenggarakan oleh DKPPP Kota Depok.
IST
ILMU: Anggota Kelompok Wanita Tani ( KWT) Delima mengikuti pelatihan cocok tanan yang diselenggarakan oleh DKPPP Kota Depok.

Tidak hanya sekedar himbauan semata, tetapi Pemkot Depok juga memberikan bukti nyata dukungannya dalam program P2WKSS. Dimana, warga yang berada di lokasi P2WKSS diberikan pelatihan cara membuat tanaman hidroponik dari botol-botol bekas dan juga bagaimana perawatan tanaman tersebut meskipun tidak memerlukan lahan yang luas.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO

 

Di rumah milik Masenih yang merupakan Ketua Tim Penggerak PKK RW15, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, tampak banyak sekali pepohonan. Ternyata di halaman tersebut, juga ada kebun mini milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Delima.

Di teras rumah tersebut, tampak sekitar 25 orang ibu – ibu dan juga dua orang pria sedang memasukan tanah kedalam botol bekas. Mereka sedang mengikuti pelatihan cara membuat tanaman hidroponik dari Petugas Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, Iqbal, Kamis (28/9).

Pembina KWT Delima, Raden Sutiawan mengatakan, kegiatan tersebut diadakan agar para anggota KWT yang merupakan warga binaan P2WKSS memiliki keahlian baru di bidang cocok tanam. Dengan begitu, mereka bisa menambah penghasilan jika tanaman mereka tumbuh dengan baik.

“Materi yang diberikan hari ini (kemarin, red) cara menanam bibit cabe, tomat, sawi ke botol – botol bekas,” ucap Raden.

Dia menambahkan, dengan adanya pelatihan tentang kegiatan bercocok tanam dengan cara yang mudah, warga kini bisa membuat kebun tanaman obat keluarga (toga) yang ada di halaman rumah Masenih tumbuh dengan baik. Selain dilatih cara merawat tanaman dan cara menanamnya, anggota KWT juga diajari membuat telor asin.

“Kalau di kebun Toga milik KWT sekarang sudah ditanami dengan tumbuhan seperti lidah buaya, jahe, lengkuas, daun sirih dan masih banyak lagi,” ucap Raden.

Sebagai Pembina KWT, Raden berharap agar KWT konsisten dalam merawat kebun mereka, karena selain memiliki nilai ekonomi yang baik nantinya, tanaman Toga juga sangat bermanfaat bagi kesehatan.

“Jadi kalo ada warga yang sakit, jangan melulu ke rumah sakit, mungkin masih bisa diobati dengan tanaman obat yang ada disini,” tutup Raden. (*)