RICKY/RADAR DEPOK WORKSHOP: Pemilik Bengkel Modifikasi Old Costum, M, Yudhi sedang mengerjakan orderan di workshopnya di Jalan Raya Cagar Alam RW09 Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas.
RICKY/RADAR DEPOK
WORKSHOP: Pemilik Bengkel Modifikasi Old Costum, M, Yudhi sedang mengerjakan orderan di workshopnya di Jalan Raya Cagar Alam RW09 Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas.

Perkembangan modifikasi yang saat ini sudah cukup pesat ternyata menghasilkan berbagai aliran yang menjadi ciri khas tertentu. Sesuai dengan namanya, Bengkel Modifikasi Old Costum, hanya fokus pada aliran motor klasik yang kini tengah diminati.

Laporan: RICKY JULIANSYAH

Modifikasi motor memang selalu menarik perhatian banyak orang. Bahkan, saat ini banyak bengkel yang kemudian beralih dari hanya menyediakan jasa servis dan perbaikan, ke modifikasi motor.

Banyaknya bengkel modifikasi, tentunya tiap pemilik harus bersaing untuk menarik sang empunya motor memodifikasi kuda besinya di salah satu bengkel.

Memodifikasi kendaraan pun beragam jenis dan aliran yang akan dituangkan menjadi konsep berbeda dari kendaraan-kendaraan pabrikan hanya sekedar menyesuaikan keinginan dari sang empunya kendaraan.

Di jalan-jalan Indonesia, khususnya Depok pun sudah banyak ditemui banyak motor yang sudah ditambah dengan sentuhan modifikasi, baik modifikasi sederhana maupun yang sudah mengalami ubahan total di berbagai sisi.

Modifkasi motor pun beragam, mulai dari ubahan motor standar menjadi motor sport, motor unik dengan diceperkan atau diubah total, sentuhan teknologi soundsystem, hingga menggubah motor baru menjadi keluaran lawas atau klasik.

Di antara banyaknya aliran modifikasi. Yang sering diminati, yakni motor klasik. Aliran ini memiliki pangsa pasar yang luas di Indonesia. Sehingga, banyak bengkel-bengkel modifikasi kebanjiran order untuk mengoprek kendaraan standar menjadi kendaraan klasik

Salah satunya Bengkel Modifikasi Old Costum di workshopnya di Jalan Raya Cagar Alam RW09 Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas yang fokus untuk mengoprek motor lawas.

“Saya sudah lama main di motor lawas,” kata owner Bengkel Modifikasi Old Costum, M. Yudhi.

Pria berdarah Jawa Timur itu menjelaskan, memang banyak tawaran untuk memodifikasi motor berbagai aliran. Namun, ia mengakui, hanya fasih memodifkasi motor lawas.

Sehingga, ia lebih tertarik untuk mengerjakan motor-motor lawas, ketimbang memodifikasi ke bentuk aliran lain. “Bagaimana ya, soalnya sudah cinta dengan motor klasik,” tutur Yudhi dengan logat jawanya yang masih kental.

Menurutnya, selain kecintaannya terhadap motor klasik yang sudah mendarah daging sejak kecil, besarnya pangsa pasar juga membuatnya tetap bertahan menggeluti usaha modif motor klasik.

“Sekarang pangsa pasarnya sangat luas jadi memang peluang usaha besar di sini,” jelasnya.

Dengan menggeluti dunia modifikasi klasik, ia sudah bisa memperkerjakan tiga orang karyawan yang membantunya mengcostum motor motor pelanggannya.

Yang membanggakan, ketiga karyawannya ia didik dari tidak memiliki keahlian sama sekali dalam memodifikasi motor. Hal itu jelas menjadi salah satu kesuksesan baginya.

“Saya tidak menyangka bakal sesukses ini, padahal sebelumnya hanya iseng. Tapi bisa membantu membuka lapangan kerja untuk orang” kata Yudhi. (*)