DICKY/RADARDEPOK RUTIN: Muspika Kecamatan Sawangan saat melaksanakan rapat minggon di aula Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Sawangan, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
RUTIN: Muspika Kecamatan Sawangan saat melaksanakan rapat mingguan di aula Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Sawangan, kemarin.

Guna menyampaikan pesan kepada masyarakat, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan sawangan melakukan rapat minggon di aula Kelurahan Pasar Putih, Kecamatan Sawangan. Dalam rapat tersebut, masyarakat diminta membantu program unggulan Kota Depok.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Ditengah hujan rintik tidak menyurutkan Muspika Kecamatan Sawangan bersama perwakilan pengurus lingkungan, karang taruna, dan masyarakat untuk mengikuti rapat minggon di aula Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bojongsari.

Usai melaksanakan rapat Minggon, Camat Sawangan, Zaenudin mengatakan, rapat minggon sangat penting dalam menyukseskan dan menyampaikan program Pemkot Depok kepada masyarakat. Untuk itu, Muspika Kecamatan Sawangan rutin melaksanakan rapat minggon, yakni sebulan sekali diadakannya.

“Ada sejumlah program Pemkot Depok yang kami sampaikan kepada masyarakat,” ujar Zaenudin.

Pria yang sebelumnya menjadi Plt Kecamatan Sawangan ini mengungkapkan, pihaknya meminta masyarakat untuk membangun semangat kebersamaan, dalam mewujudkan visi Kota Depok salah satunya fokus terhadap program unggulan. Kecamatan Sawangan menginginkan Depok menjadi Kota yang Sehat.

Mewujudkan hal tersebut, sambung Zaenudin perlu di pupuk dari tingkat RT, RW, Kelurahan, serta Kecamatan. Pihaknya mendorong pengurus lingkungan maupun masyarakat, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, caranya dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Peningkatan kebersihan dapat dilakukan dalam lingkup keluarga maupun masyarakat secara bergotong royong,” terang Zaenudin.

Hal senada juga dilontarkan Kepala Puskesmas Pasir Putih, Hendrik. Dia menuturkan, memasuki pergantian cuaca masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan lingkungan. Caranya dengan menerapkan tiga M plus. Yakni, menguras, mengubur, dan menutup serta menggunakan obat nyamuk. Selain itu, masyarakat maupun pengurus lingkungan dapat mengaktifkan Jumat Bersih (Jumsih).

“Pencegahan merupakan cara yang ampuh guna menghindari gigitan nyamuk demam berdarah,” tutup Hendrik. (*)