TERCIDUK: Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Depok, Ervan Teladan saat ditangkap polisi akibat masalah narkoba. Nampak dia sedang berbicara dengan Wakapolresta Depok saat itu, AKBP Candra Kumara. Foto : Ricky/Radar Depok
TERCIDUK: Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Depok, Ervan Teladan saat ditangkap polisi akibat masalah narkoba. Nampak dia sedang berbicara dengan Wakapolresta Depok saat itu, AKBP Candra Kumara. Foto : Ricky/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM Kasus narkoba yang menjerat Anggota DPRD Kota Depok, Ervan Teladan memasuki babak baru. Seperti diketahui, wakil rakyat dari Fraksi Golkar ini sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok. Ia mesti menjalani hukuman penjara selama tiga tahun.

Permasalahannya kini, bagaimana kelanjutan dari proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Ervan ?. Hal inilah yang justru menjadi pertanyaan tersendiri dari DPD Partai Golkar Kota Depok.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi El Fouz mengatakan, berkas PAW sudah selesai sejak lama. Tetapi, dari DPRD belum juga melaksanakan PAW-nya. “Bingung juga, ini membiarkan anggota Fraksi Golkar jadi empat orang saja,” kata Farabi saat dihubungi Radar Depok, tadi malam.

Ia mempertanyakan, apakah proses PAW memang demikian lama. Padahal, menurut Farabi, ketika hal bisa dibuat mudah, kenapa harus dipersulit.

“Contohnya, seperti saya mengundang wartawan untuk meliput. Apakah saya harus membuat proposal dulu, kalau bisa di telepon untuk datang, kan tinggal telepon, tinggal beritanya layak ditayangkan atau tidak di redaksi,” ujarnya.

Kata Farabi, ada analisisi tertentu yang memang perlu dilakukan. Namun, ada juga yang tidak perlu dipersulit. Seperti calon pengganti Ervan Teladan, yakni Rudi Setiawan, sebelum jadi calon anggota legislatif (Caleg) dites lebih dahulu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sampai tes narkoba juga kan. Surat dari Golkar sudah dan dari Golkar sudah mendorong dan menentukan PAW- nya. Sangat disayangkan ini. Kalau terlalu lama, kami akan pertanyakan secara resmi,” bebernya.

Nantinya, lanjut Farabi, pihaknya akan mengutus orang secara resmi guna menanyakan permasalahannya ini. “Negara bagaimana mau maju kalau seperti ini. Ervan sudah putus hukuman, ini (PAW) belum selesai juga. Bahkan, Ervan sudah dipecat juga dari pusat. Saya harap minggu depan dapat selesai, jika tidak kami akan audiensi ke DPRD,” tandasnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, proses administrasi PAW Ervan Teladan sudah diajukan dan kemungkinan dalam waktu dekat akan ada jawaban.

“Semua sudah siap, artinya ketika sudah ada inctrach (Ketetapan Hukum Tetap. Red), dari Fraksi golkar juga sudah mengajukan Rudi setiawan,” kata pria yang akrab disapa HTA ini.

Ia melanjutkan, berkas pun sudahdiajukan ke provinsi, kemudian ke KPU juga secara administrasi telah memenuhi syarat. Bahkan ke DPRD juga sudah dilayangkan surat. Kemudian dari DPRD juga mengirim surat kembali ke Provinsi.

“Saya tunggu jawaban dari provinsi seperti apa, setelah datang, baru diagendakan,” papar HTA.

Memang saat ini Ervan Teladan sudah vonis. Tetapi, lanjutnya, proses pengajuan PAW dilakukan sebelum vonis, artinya semakin menguatkan untuk proses PAW.

“Saya juga tidak ingin anggota dewan yang berjumlah 50 orang berkurang satu, jadi kinerja kita tidak maksimal,” pungkas Politikus PDIP itu. (cky)