TERUS BERKARYA: Fryda Lucyana (pegang mik), Indro Hardjodikoro (bass), dan Yongky Natanael (keyboard) membawakan lagu 'Rindu' saat pentas seni. Foto : Indah/Radar Depok
TERUS BERKARYA: Fryda Lucyana (pegang mik), Indro Hardjodikoro (bass), dan Yongky Natanael (keyboard) membawakan lagu ‘Rindu’ saat pentas seni. Foto : Indah/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM, CIMANGGIS – SMP the Indonesia Natural School (INS) menggelar pentas seni (pensi) dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bertema ‘Sore Berselera Merdeka’, pensi digelar di lapangan sekolah, Jalan Raya Komplek Industri RTM Kelapa Dua, Kecamatan Cimanggis, beberapa hari kemarin.

“Kalau Agustus itu momentumnya saja, tujuan utamanya tentu pesan moral dari para orangtua dengan interaksi secara langsung. Anak muda itu jangan diceramahi dan dinasehati. Kasih lihat ke anak muda dengan langsung agar nempel ke mereka. Salah satu caranya adalah seni,” kata Direktur Yayasan Semut Beriring, Arfi Destianti.

Pensi tersebut bekerja sama dengan orangtua siswa SMP INS. Turut mengundang sederet musisi dan seniman terkenal Tanah Air, di antaranya sastrawan Indonesia, Ibnu Wahyudi, pemain bass grup musik Halmahera, Indro Hardjodikoro, penyanyi tahun 90-an, Fryda Lucyana, pemain piano Yongky Natanael, dan siswa kelas I SD Semut-Semut, Bebi.

“Seni itu membahagiakan, semua orang suka seni. Kalau kita buat seminar nanti akademik lagi. Kita mau yang berbeda dan bisa diterima oleh anak muda. Jadi, ayo gali potensi dari sekarang, salah satunya melalui seni. Para orangtua pun harus mendukung apapun aktifitas posistif anaknya, makanya kita libatkan orang tua siswa. Beberapa yang kita undang kan orangtua siswa,” katanya.

Salah satu bintang tamu, Fryda Lucyana mengatakan bahwa dirinya senang bisa menjadi bagian dari pendukung acara di INS. Fryda berharap kehadiran seniman ke INS dapat memberikan contoh dan efek positif bagi para siswa.

“Kami ingin berbagi dengan semua siswa tentang apa yang selama ini kami tekuni dan kerjakan. Siswa bisa dilihat langsung dan rasakan tidak hanya mengerti seni dari teori saja, tetapi kami bisa menjadi contoh, mudah-mudahan ini dapat menginspirasi. Melihat potensi seperti ini, saya yakin mereka bisa lebih baik dari kami,” ujar Fryda. (ind)