RELIGIUS: Anggota Fraksi PDI Perjuangan Rudi Kurniawan ( kedua dari kanan) bersama tokoh dan masyarakat Perumahan Puri Bali, Kelurahan Curug, Bojongsari usai melaksanakan salat Idul Adha, kemarin. Foto : Irwan/Radar Depok
RELIGIUS: Anggota Fraksi PDI Perjuangan Rudi Kurniawan ( kedua dari kanan) bersama tokoh dan masyarakat Perumahan Puri Bali, Kelurahan Curug, Bojongsari usai melaksanakan salat Idul Adha, kemarin. Foto : Irwan/Radar Depok

Pada Hari Raya Idul Adha 1438 H. Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Rudi Kurniawan melaksanakan Salat Idul Adha bersama warga Perumahan Puri Bali, Kelurahan Curug, Bojongsari, kemarin. Ia menjadi pantia kurban di perumahan tersebut dengan menyembelih sembilan sapi dan 69 kambing milik warga tersebut.

Laporan : Muhammad Irwan Supriyadi/Radar Depok

KEMARIN, semua umat Islam di Idul Adha melaksanakan penyembelihan kurban dan salat berjamaah Idul Adha. Hal itu juga dilakukan oleh warga Perumahan Puri Bali, Kelurahan Curug, Bojongsari.

Kecerian itu terlihat usai melaksanakan salat Idul Adha di wajah  mereka (warga). Karena sudah menjalankan sunah yang diajurkan untuk melaksanakan salat tersebut satu tahun sekali.

Wakil rakyat dari Dapil Tapos-Cilodong, Rudi Kurniawan nampak di tengah-tengah kerumunan warga sambil bersalaman di Masji Puri Bali.

Memang masjid itu tidak terlalu besar,  tapi sangat banyak warga yang melaksanakan salat Idul Adha hingga pakiran. Usai bersalaman warga, Rudi mengatakan kegiatan rutin setiap tahun warga perumahan ini bersama-sama melaksanakn salat dan berkurban khusus Idul Adha.

Namun, kegiatan pemotongan hewan kurban tidak dilakukan pada saat itu, karena waktunya bedekatan dengan salat Jumat. Terlebih jumlah hewan kurban cukup banyak, antara lain kambing 69 ekor dan sapi 9 ekor.

Itu semua kurban dari warga Puri Bali, nanti dagingnya akan didistirbusikan kepada masayarakat sekitar Perumahan Puri Bali. “Tidak hari (kemarin) disembeli. Tapi besok (hari ini),” ucap Rudi.

Ia mengatakan, salat Idul Adha berjamaah ini dikotibkan oleh Ust Khaiurl Anam dan Imam salat Ust Zainul Akmal. Lalu, dia mengakui di acara kurban tahun di perumahan tersebut menjadi panitia, meski sebagai anggota DPRD Kota Depok.

“Kegiatan warga, momen Lebaran kurban. Jadi saya ikut, kebetulan warga sini meski dapil Tapos-Cilodong,” katanya.

Ia pun di Lebaran kurban ini memanfaatkan dengan berkurban satu kambing di Dapilnya. Meski satu hewan kambing untuk kurban, kata dia, terpenting niat dan warga bisa merasakan daging kurban.

Lalu dia mengatakan lagi, kurban di Idul Adha adalah bentuk dari kemanusiaan. Artinya, berkurban ini kita diajarkan untuk ikhlas dan benar-benar memberikan sesuatu itu harus tulus.

Seperti kisah Nabi Ibrahim diamanahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya berama Nabi Ismail. Namun amanah itu dijalankan oleh Ibrahmi untuk menyebelih Ismail.

Dari situlah, mula setan terus mengoda Nabi Ibrahim dan Ismail untuk menghentikan amanah atau suruhan Allah SWT. Tapi tetap, ganguan setan itu tidak mampu dari ketulusan dan Keikhlasan dua manusai tersebut

“Karena ketulusan Ibrahim dan keikhlasan Ismail. Maka Allah SWT menurunkan sebuah Domba besar untuk mengantikan Ismail. Jadi Allah itu melihat, mengetahui dan maha segalanya,” kata dia. (*)